Breaking News:

Kementerian PPPA: Pencurian Libatkan Anak Perlu Penanganan Khusus

Praktik pencurian yang dilakukan seorang ibu yang melibatkan anak kandungnya memerlukan penanganan khusus.

Istimewa
Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Nahar. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar, menyatakan praktik pencurian yang dilakukan seorang ibu yang melibatkan anak kandungnya disebut memerlukan penanganan khusus.

Nahar dalam keterangannya mengatakan sangat prihatin dengan sikap orangtua yang melibatkan anaknya untuk melakukan hal yang tidak baik dan melanggar hukum.

"Kami sangat prihatin atas peristiwa tersebut dan berharap bisa ditangani dengan sebaik-baiknya karena harus jelas dulu penyebabnya apa sehingga ibu ini mencuri dan melibatkan anaknya," ungkap Nahar, Senin (20/9/2021).

Nahar menjelaskan penanganannya yang pertama yaitu karena ada unsur pencurian.

Tentunya ada proses hukum sedangkan penanganan di luar jalur hukum diperlukan pendampingan dan mendalami penyebabnya.

Baca juga: Menteri PPPA Kecam Penyerangan Nakes dan Guru di Papua

"Anak ini kan korban diajak ibunya mencuri, jika harus mengikuti proses hukum yang akan dijalani tentunya juga mendapatkan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi psikologisnya jangan sampai kebiasan buruk ini dibawa hingga anak menjadi dewasa nanti," kata Nahar.

Sebelumnya viral di media sosial, seorang ibu melibatkan anaknya ikut mengutil atau mencuri barang.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua 2 Forum Anak Nasional (FAN), Muhammad Hafidz Al Farid sangat menyayangkan dan turut prihatin melihat anak-anak diajarkan melakukan hal buruk bahkan oleh orang tuanya sendiri.

Baca juga: Menteri PPPA: Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Akibat Dampak Covid-19 Berjumlah 20.887 Orang

"Ini sudah bertentangan dengan hak-hak kami sebagai anak-anak. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa perlindungan anak sangat penting dimasa sekarang. Orangtua seharusnya mengajarkan kebaikan bagi anak-anaknya bukan sebaliknya," ujar Hafidz, Sabtu (18/9/2021).

Siswa kelas 11 IPA MAN Insan Cendekia Bangka Tengah ini menjelaskan dalam hal ini, para orang tua seharusnya dapat mendidik anaknya dengan baik.

Baca juga: Menteri PPPA: Pastikan 5 Unsur SIAP Hadapi Pembelajaran Tatap Muka

Terlebih, orang tua sebagai monitor pertama dan utama dalam tumbuh kembang anak.

Lebih lanjut Hafidz menegaskan dikhawatirkan didikan yang buruk semasa kecil, akan berdampak buruk pula pada masa depannya, begitu juga sebaliknya.

"Kami sangat berharap para orang tua dapat saling bersatu untuk mewujudkan dan menjaga hak hak kami. Terutama dalam mendidik kami dengan hal-hal baik karena aktor bangsa dimasa hadapan, adalah anak-anak hari ini," ujar Hafidz.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved