Breaking News:

Gatot Nurmantyo dan TNI AD

Ada 2 Target yang Disasar Gatot Nurmantyo Saat Mainkan Isu Komunisme

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali menjadi sorotan karena melontarkan pernyataan yang menyebut paham komunisme telah menyusup

TribunWow.com
Gatot Nurmantyo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali menjadi sorotan karena melontarkan pernyataan yang menyebut paham komunisme telah menyusup di tubuh TNI.

Hal itu berkaitan dengan pembongkaran sejumlah patung para tokoh militer di Museum Dharma Bhakti Kostrad.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai ada dua target yang sedang disasar oleh Gatot Nurmantyo.

Pertama, kata Ray, pernyataan Gatot itu guna membuat namanya kembali jadi perbincangan.

Setelah hampir beberapa bulan tidak ada isu yang membuat Gatot diperbincangkan.

"Setidaknya isu ini akan mencuatkan nama beliau," kata Ray saat dihubungi Tribunnews, Salasa (28/9/2021).

Pengamat politik dan pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Madani Ray Rangkuti usai diskusi di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Senin (19/12/2019).
Pengamat politik dan pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Madani Ray Rangkuti usai diskusi di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Senin (19/12/2019). (Gita Irawan/Tribunnews.com)

Kedua, lanjut Ray, seturut dengan itu, Gatot sedang menanamkan diri sebagai tokoh anti komunis

Dimana, satu peran yang senantiasa menjadi daya tarik di dunia politik. Karena, selalu tersedia jumlah pemilih yang isunya berkutat pada bangkitnya komunisme. 

Tapi, Ray juga melihat dua arus balik dari isu yang berkembang saat ini. Yakni, makin banyak yang memahami bahwa isu komunisme atau PKI terkadang hanya sebagai isu politik. 

Baca juga: Jawaban Menohok Pangkostrad kepada Gatot Soal Pembongkaran Patung Tokoh Militer dan Tudingan PKI

"Pada kenyataannya, isu ini tetap kalah populer dibandingkan dengan perlindungan HAM, demokrasi, pemberantsaan korupsi dan tentu ekonomi," ucap Ray.

"Segmen pemilih isu bangkitnya PKI makin menipis dan sendirinya makin kurang signifikan," tambahnya.

Lalu, Ray mengatakan perlu pembuktian fakta yang kuat jika institusi TNI disebut telah disusupi paham komunisme.

Pasalnya, kata Ray, selama ini TNI dikenal sebagai salah satu garda terdepan melawan PKI. 

"Jadi menyebut institusi TNI dimasuki oleh PKI membutuhkan data yang kuat. Bukan sekedar mengaitkan satu peristiwa lalu membuat kesimpulan," jelas Ray.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved