Breaking News:

Lakon 'Gantari' di Candi Prambanan Libatkan 1.000 Pelaku Industri Kreatif  

Peringatan Hari Batik Nasional merupakan upaya menggali budaya dan tradisi untuk mempertahankan prinsip dasar yang telah diwariskan turun temurun

ist
Menparekraf Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kemenparekraf bersama Lakon Indonesia akan menyelenggarakan pertunjukan busana batik bertajuk 'Gantari: The Final Journey to Java' di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (9/10/2021).

Acara tersebut merupakan rangkaian Hari Batik Nasional.

Peragaan busana nantinya diiringi musik gamelan, dengan tarian dari kesultanan Jawa. Kemudian, pertunjukan wayang kulit, serta video presentasi 'Metamorfosa'.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan selain sebagai rangkaian peringatan Hari Batik Nasional, juga sebagai upaya dalam menggali budaya dan tradisi untuk mempertahankan prinsip dasar yang telah diwariskan secara turun temurun.

Nantinya, ucap Sandiaga, akan terdapat 125 koleksi pakaian siap pakai yang akan diperagakan oleh 100 orang model. 

"Koleksi tersebut bersumber dari kain hasil karya tangan pengrajin tradisional berupa batik, jumputan, dan tenun lurik dari bahan baku serat natural," ujar Sandiaga di kantor Kemenparekraf, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Inilah 22 Finalis 12th SATU Indonesia Awards 2021, Anak Muda Pembawa Perubahan

Sandiaga berharap acara tersebut dapat membantu untuk mendorong pelestarian budaya khususnya tekstil tradisional Indonesia yang sudah berhasil diwujudkan dalam berbagai rupa. 

"Tak hanya pada sektor batik dan fesyen, Gantari melibatkan 1000 pelaku ekonomi kreatif untuk menggiatkan kembali industri kreatif di masa pandemi ini," ucap Sandiaga.

Founder Lakon Indonesia Thresia Mareta berujar Gantari merupakan bentuk penghormatan kepada kaum perempuan. 

"Kita menyadari bahwa perempuan adalah kunci pewarisan nilai luhur peradaban manusia. Ketrampilan batik turun dari nenek, ke cucu, lalu ke cucu lagi. Enggak cuma ketrampilan saja, tapi juga etika sebagai manusia diajarkan oleh ibu," ucapnya.

Gelaran peragaan busana akan diselenggarakan mengikuti protokol kesehatan ketat. Gelaran akan dihadiri 250 orang. Acara, ucap Thresia, dapat disaksikan secara daring via kanal YouTube Kemenparekraf, Lakon Indonesia dan JFFF.

Baca juga: Diprediksi Akan Terjadi Lonjakan Aktivitas Wisatawan, Kemenparekraf Siapkan Sejumlah Antisipasi

'Gantari' merupakan kelanjutan dari gelaran tahun lalu yang bertajuk 'PakaianKoe'. Di samping itu, pertunjukan merupakan bagian dari kegiatan Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) yang diselenggarakan 23 September-10 Oktober 2021.

"Judul 'The Final Journey to Java' menandakan ini juga sebagai penutupan pengabdian Lakon Indonesia di Jawa. Yapi ini bukan akhir perjalanan. Kami akan peralihan ke Indonesia timur dan masuk ke tenun ikat," ucap Thresia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved