Breaking News:

Pendewasaan Usia Nikah Cegah Lahirkan Anak Stunting

Ulfah Mawardi mengungkapkan persoalan stunting pada anak sangat berkaitan erat dengan persoalan perkawinan anak atau pernikahan dini.

Editor: Adi Suhendi
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PENCEGAHAN STUNTING - Seorang ibu membaca brosur kesehatan yang disediakan dalam pemeriksaan Balita rutin satu bulan sekali di Taman Posyandu Delima, RW 03 Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, Kamis (19/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Anak, Ulfah Mawardi mengungkapkan persoalan stunting pada anak sangat berkaitan erat dengan persoalan perkawinan anak atau pernikahan dini.

Hal ini digambarkan dengan tingginya angka stunting di wilayah dengan tingkat perkawinan anak yang juga tergolong tinggi.

Untuk itu, pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, maupun masyarakat luas untuk mencegah perkawinan anak dan stunting.

“Pencegahan perkawinan anak sangat beririsan dengan pencegahan stunting. Hal ini disebabkan karena kondisi anak yang diharuskan menikah, baik secara usia, pendidikan, maupun kesehatan reproduksinya belum siap, sehingga ketika mereka hamil dan melahirkan, baik dalam pemenuhan gizi maupun aspek kesehatan anak yang dilahirkan berisiko besar mengalami stunting,” ungkap Ulfah dalam Instagram Live ‘Perempuan Istimewa, Anak Sehat, Bebas Stunting’, Selasa (5/10/2021).

Ulfah menambahkan, sebagai upaya mencegah dan menurunkan angka stunting menjadi 14% sesuai target Pemerintah pada 2024, Kementerian PPPA secara serius berkomitmen menjalankan 5 (lima) arahan Presiden, di antaranya yaitu meningkatkan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan yang berspektif gender, meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan dan pengasuhan anak, menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurunkan pekerja anak, dan mencegah perkawinan anak.

Baca juga: Percepat Atasi Stunting, Anggota Komisi IX Minta Kesejahteraan Penyuluh KB Ditingkatkan

“Kelima arahan tersebut berkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting. Arahan pertama merupakan hulu dari berbagai permasalahan terhadap perempuan dan anak, termasuk stunting. Ketika perempuan berdaya secara ekonomi maka kesehatan dan pendidikan perempuan dapat lebih terjamin, sehingga menghasilkan anak sebagai generasi penerus bangsa yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,” kata Ulfah.

Ulfah juga menekankan tanpa perempuan dan anak yang sehat, maka tujuan bersama untuk mencapai perempuan yang berdaya tidak akan tercapai.

“Arahan kedua yaitu mendorong peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak, hal ini turut menjadi faktor pendukung penting dalam mencegah stunting. Ketika Ibu dan keluarga dapat memberikan pendidikan maupun pengasuhan yang berkualitas, khususnya terkait pola pertumbuhan anak dan kesehatan reproduksi, mereka tentunya akan melakukan treatment yang tepat dan optimal bagi anak, sejak mengandung bahkan melahirkan nanti. Hal ini turut menjamin kesehatan dan kualitas anak yang dilahirkan,” jelas Ulfah.

Baca juga: Program Desa Berdaya Generasi Maju di NTT, Upaya Mengatasi Masalah Gizi Buruk hingga Stunting

Lebih lanjut, Ulfah menuturkan Kemen PPPA juga telah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mencegah stunting, seperti berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved