Breaking News:

Virus Corona

Hasil Skrining PeduliLindungi: 9.855 Orang Positif Covid Masih Keluyuran ke Mal dan Masuk Kerja

per 5 Oktober 2021, terdapat 9.855 orang dalam kategori hitam atau positif Covid-19 yang melakukan skrining menggunakan PeduliLindungi.

(Shutterstock/Petovarga)
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat bantu skrining terus digencarkan ke berbagai kegiatan masyarakat.

Satu di antaranya bagi sektor perdagangan seperti pusat perbelanjaan atau mal yang kini sudah beroperasi.

Menurut data yang dipaparkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, per 5 Oktober 2021, terdapat 9.855 orang dalam kategori hitam atau positif Covid-19 yang melakukan skrining menggunakan PeduliLindungi.

Itu artinya, mereka masih berkeliaran meski tengah berstatus positif.

Baca juga: 29 Atlet Positif Covid-19 di PON XX Papua, Ini Saran Mantan Petinggi WHO Asia Tenggara

Angka tersebut didapatkan dari 7 sektor yang menerapkan aplikasi ini yakni perdagangan, transportasi, pariwisata, perkantoran/pabrik, keagamaan, pendidikan, olahraga.

Namun, angka tertinggi berasal dari sektor perdagangan khususnya di mal/tenant mal.

Dalam paparannya Budi menyebutkan bahwa ada 6.380 orang positif masih pergi ke mall, 1.068 orang terdeteksi di pabrik, 399 terdeteksi di transportasi darat, 109 terdeteksi di transportasi udara, 253 terdeteksi di bioskop, 257 terdeteksi di rumah makan, 127 terdeteksi di hotel, 38 terdeteksi di tempat wisata, 573 terdeteksi di perkantoran.

Lalu, 490 orang terdeteksi di outlet atau tenan mandiri, 12 terdeteksi di transportasi laut, 29 terdeteksi di bar atau cafe, 4 terdeteksi di tempat ibadah, 105 terdeteksi di sarana olahraga, dan 7 terdeteksi di sekolah.

"Contohnya ini kita pake PeduliLindungi untuk membantu kita beradaptasi, dan ini sudah kita monitor. Kita kaget juga ada yang sakit masih nyelonong-nyelonong masuk kerja, ke toko, itu yang nanti kita perbaiki," kata Budi dalam seminar virtual yang ditayangkan melalui YouTube Sespimlemdiklatpolri Polri, Rabu (6/10).

Baca juga: Kemenkes: Distribusi Vaksin Covid-19 ke Daerah Tergantung Stok di Pusat

Budi menyayangkan temuan itu, sebab seharusnya mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah seharusnya menjalani isolasi mandiri baik di tempat isolasi terpusat yang difasilitasi pemerintah daerah maupun rumah masing-masing.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved