Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Zifivax: Dosis, Efek Samping, dan Efikasi Vaksin Zifivax

BPOM telah menerbitkan izin penggunaan darurat/emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Zifivax, ini dosis, efek samping, efikasi vaksin Zifivax

Penulis: Lanny Latifah
Ist
Polda Bengkulu kembali menggelar kegiatan Vaksinasi Merdeka berkolaborasi bersama DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) pada Rabu (22/09/2021). Berikut ini dosis, efek samping, hingga efikasi vaksin Zifivax. BPOM telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Zifivax. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini penjelasan mengenai dosis, efek samping, hingga efikasi vaksin Zifivax.

Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Zifivax.

"Badan POM kembali menginformasikan telah diberikan persetujuan terhadap satu vaksin covid yang baru dengan nama dagang Zifivax," ujar Kepala Badan POM RI Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/10/2021).

Vaksin asal China ini melakukan uji klinik pada 28.500 subyek, di mana 4.000 subyek ada di Indonesia.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Prioritas Program Booster Vaksin Saat Ini Hanya untuk Nakes

Baca juga: 1.199.250 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan Ahmad Yani

"Ini adalah uji klinik yang dilakukan bersama-sama multi center ada Indonesia, ada di Cina juga fase tiganya, Pakistan, Uzbekistan, dan Ekuador."

"Dengan jumlah subjek sekitar 28.500 dan di Indonesia sendiri ada 4.000 subjek karena ini dilakukan dari Bandung, RSCM Jakarta," kata Penny.

Vaksin ini merupakan vaksin kesepuluh yang diberikan izin penggunaan darurat oleh Badan POM.

Dosis dan Efek Samping Vaksin Zifivax

Dikutip dari precision vaccinations, Zifivax adalah vaksin subunit protein yang menggunakan bentuk dimer dari receptor-binding domain (RBD) sebagai antigen, bagian yang tidak berbahaya dari virus SARS-Cov-2.

Vaksin rekombinasi ZF2001 mengkodekan antigen SARS-CoV-2 RBD sebagai formulasi cair yang mengandung 25 g atau 50 g per 0,5 mL dalam vial, dengan aluminium hidroksida sebagai bahan pembantu.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved