Partai Bentukan Amien Rais
Puluhan Pengurus DPD Mundur, Pengamat: Partai Ummat Harus Kerja Keras Agar Lolos Verifikasi Pemilu
Hendri Satrio menanggapi hengkangnya 26 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kota Depok.
Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio menanggapi hengkangnya 26 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kota Depok.
Tak hanya para pengurus DPD Kota Depok, sebelumnya, Partai Ummat juga telah ditinggalkan kedua pendirinya yakni Agung Mozin dan Neno Warisman.
Dirinya menyatakan hal tersebut akan berdampak pada nasib keikutsertaan Partai Ummat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Hendri menyebut, upaya partai besutan Amien Rais itu akan sangat berat nantinya.
"Mereka (Partai Ummat) harus kerja sangat keras untuk bisa lolos Pemilu," kata Hendri saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (10/10/2021).
Hal itu didasari karena kata dia, untuk dapat lolos verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mudah.
Satu hal yang menjadi poin penting dalam verifikasi itu yakni terkait terbentuknya struktur kepengurusan hingga kader.
Baca juga: 31 Orang di DPP Undur Diri, 4 DPC Bubar, Partai Ummat: Itu Seleksi Alam, Pengurus Baru Sudah Jadi
"Enggak mudah lolos verifikasi KPU, sudah banyak Parpol yang gak lolos verifikasi, terbentuknya kepengurusan hingga ke akar rumput menjadi poin penting, nah mundurnya (kepengurusan DPD) Depok harus dijadikan pelajaran berharga bagi Partai Ummat," katanya.
Diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat angkat suara terkait dengan mundurnya sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kota Depok.
Humas DPP Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya membenarkan hal tersebut dengan mengatakan kalau mundurnya 26 pengurus DPD Partai Ummat Kota Depok itu karena adanya dualisme.
Ia menegaskan kalau hal tersebut merupakan dinamika yang kerap terjadi dalam kepengurusan Partai Politik.
"Iya betul (adanya dualisme), itu dinamika namanya. Dualisme hanya ada di beberapa struktur daerah. Biasa begitu," kata Mustofa saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (10/10/2021).
Baca juga: DPP Partai Ummat: 18 Provinsi Kukuhkan Sayap Baru, Saat 26 Pengurus DPD Kota Depok Pilih Undur Diri
"Ini kan besar sekali pengurus kita. Tapi setelah SK Partai Ummat diterima dari Kuemenkumham pada 20 Agustus silam, yang ada dualisme kepengurusan akan menjadi satu, alias, harus ada satu kepengurusan saja," sambungnya.
Lebih lanjut pria yang karib disapa Tofa itu mengatakan, mundurnya beberapa pengurus atau bahkan sebelumnya dua elit Partai Ummat yakni Agung Mozin dan Neno Warisman merupakan suatu bentuk penyeleksian keanggotaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengamat-politik-hendri-satrio-tentang-menteri-amran.jpg)