Breaking News:

Apresiasi Kapolda Banten, IPW Kritik Keras Aksi Oknum Polisi Banting Mahasiswa Demo di Tangerang

IPW meminta Polri segera untuk melakukan evaluasi jajarannya menyusul video viral anggota polisi membanting mahasiswa

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Tangkapan layar video berdurasi 48 detik menunjukan arogansi anggota Polresta Tangerang membanting mahasiswa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri segera untuk melakukan evaluasi jajarannya menyusul video viral anggota polisi membanting mahasiswa hingga kejang-kejang saat aksi demonstrasi di Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso meminta aparat kepolisian berhenti bertindak represif terhadap pihak yang menyuarakan pendapat di muka umum.

Hal ini dinilai dapat mencoreng nama baik Korps Bhayangkara.

"Rekaman yang beredar saat demo di Pemkab Tangerang itu jelas menunjukkan keganasan oknum aparat penegak hukum kepada mahasiswa," kata Sugeng saat dikonfirmasi, Kamis (14/12/2021).

Sugeng mengharapkan anggota polisi yang membanting mahasiswa itu dapat ditindak lantaran diduga melanggar prosedur tetap (protap) pengamanan aksi demonstrasi.

"Peristiwa yang mengakibatkan pendemo NF pingsan karena dijatuhkan oleh Brigadir NF harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan internal terhadap Brigadir NF yang diduga melanggar protap pengamanan demo," jelas Sugeng.

Baca juga: Fariz Tak Balas Pelukan Brigadir NP yang Minta Maaf karena Dibanting Saat Lagi Demo di Tangerang

Lebih lanjut, Sugeng menuturkan kasus ini juga dapat menjadi perhatian anggota polisi lainnya untuk dapat melakukan tindakan terukur saat demo yang berlangsung anarkis.

Menurutnya, tindakan membanting mahasiswa dinilai berlebihan dan menyalahi prosedur dalam pengendalian massa.

Hal itu disebut bertentangan dengan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved