Breaking News:

Apresiasi Kapolda Banten, IPW Kritik Keras Aksi Oknum Polisi Banting Mahasiswa Demo di Tangerang

IPW meminta Polri segera untuk melakukan evaluasi jajarannya menyusul video viral anggota polisi membanting mahasiswa

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Tangkapan layar video berdurasi 48 detik menunjukan arogansi anggota Polresta Tangerang membanting mahasiswa 

"Bagaimanapun keadaan di lapangan, dalam penanganan aksi, polisi harus bisa mengatasinya sesuai dengan situasi yang ada. Mulai dengan melakukan negosiasi. Secara terus menerus pihak kepolisian melaksanakan perundingan dengan koordinator lapangan peserta demo. Hal ini, guna mendapatkan kesepakatan dan keberlangsungan demontrasi berjalan damai," ujarnya.

Di sisi lain, Sugeng mengapresiasi langkah Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heryanto yang mengunjungi dan minta maaf kepada orang tua korban akibat ulah anak buahnya tersebut.

Atas dasar itu, pihaknya meminta anggota polisi yang membanting mahasiswa di Tangerang dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga: Tak Berhenti Pegang Lehernya, Fariz Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo Jalani Rontgent Thorax

"Pertanggungjawaban anggota Polri itu akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan atau penyidikan oleh tim investigasi dari Propam. Karena, setiap anggota Polri yang ditugaskan dalam penanganan aksi demonstrasi telah diberikan pengarahan terlebih dulu," tukasnya.

Sebagai informasi, sebuah video memperlihatkan kericuhan antara ratusan mahasiswa yang berdemo di halaman Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa.

Aksi demonstrasi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) itu berakhir ricuh.

Aparat kepolisian pun membubarkan demonstrasi yang berunjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang.

Namun, aksi represif dilakukan seorang polisi dengan membanting seorang mahasiswa yang berunjuk rasa di hari ulang tahun ke-389 Kabupaten Tangerang.

Dalam video yang tersebar di berbagai akun media sosial baik di Instagram dan Twitter, terlihat anggota polisi tersebut awalnya memiting bagian leher mahasiswa.

Kemudian oknum polisi itu membanting korban hingga terkapar di lantai beton.

Fariz, mahasiswa yang dibanting polisi saat unjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang diketahui telah menjalani rontgent thorax di rumah sakit.
Fariz, mahasiswa yang dibanting polisi saat unjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang diketahui telah menjalani rontgent thorax di rumah sakit. (Wartakotalive.com/Gilbert Sem Sandro)

Korban pun tak berdaya meringis kesakitan dan sempat terlihat kejang-kejang akibat aksi kekerasan anggota polisi tersebut.

Beberapa anggota polisi lain membantu membangunkan mahasiswa itu sambil menanyakan kondisi yang dialami korban. 

Peristiwa ini akhirnya viral di media sosial dan banyak dikecam netizen.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved