Jumat, 29 Agustus 2025

Mensos Risma Debat Sengit dengan Mahasiswa di Lombok Timur: Kamu Jangan Fitnah Aku Ya . . .

Kedatangan Risma disambut unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa Universitas Gunung Rinjani, Lombok Timur.

Istimewa via Tribun Lombok
Tangkapan layar saat para pendemo sempat cekcok dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini, di Desa Tetebatu, Lombok Timur, Rabu (14/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Video Menteri Sosial Tri Rismaharini berdebat dengan mahasiswa viral di media sosial.

Mahasiswa tersebut diketahui bernama Rohman Rofiqi yang menempuh pendidikan di Universitas Gunung Rinjani.

Video debat tersebut direkam saat Risma melakukan kunjungan kerja ke Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (13/10/2021).

Kedatangan Risma disambut unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa Universitas Gunung Rinjani, Lombok Timur.

Risma bertemu dengan para peserta unjuk rasa dan terlibat adu mulut dengan mahasiswa.

Baca juga: Minta Petugas PKH Amanah, Mensos Risma: Satu Orang Saja itu Titipan Tuhan 

Para demonstran protes mengapa Risma mengunjungi tempat salah satu oknum supplier penyedia Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Risma pun mengaku tak tahu menahu soal hal tersebut.

"Kamu jangan fitnah aku ya. Sebentar dengerin, kalau kamu berhak ngomong, aku juga berhak ngomong," kata Risma kepada pendemo, mengutip Kompas.com.

Pendemo pun menjawab perkataan Risma.

“Bukan fitnah, Bu. Tidak fitnah,” kata pendemo.

Beberapa petugas kepolisian dan Satpol PP ikut berusaha melerai mahasiswa.

Risma kemudian meminta para mahasiswa untuk membuka dan menyerahkan data terkait protes mereka.

"Kalau nggak niat baik saya, ngapain saya ke sini. Itu yang pertama. Yang kedua, saya tidak tahu ini supplier atau tidak, saya menteri, tidak ngurusi ini. Yang ketiga, kalau Anda mau memperjuangkan silakan, data tak terima sekarang, tak tunggu," kata Risma.

Baca juga: Ketika Risma Bertahan di Desa Labuhan Sumbawa Sampai Dana KPM PKH Cair: Tak Tunggu di Sini

Risma mengaku tak tahu bahwa tempat yang dikunjunginya merupakan supplier.

Risma lalu meminta para pendemo untuk menyampaikan data aduan mereka.

Tantangan Risma untuk menunjukkan data tersebut disanggupi oleh mahasiswa yang unjuk rasa.

Sementara itu, Ketua Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Lombok Timur Rohman Rofiki menyebut, kedatangan mereka bukan untuk menghadang Risma.

Mereka ingin menyampaikan aspirasi soal dugaan sengkarut masalah bantuan sosial di Lombok Timur.

“Kami tidak ada menolak (menteri) dan sebagainya itu, kami menerobos untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Lombok Timur," kata Rohman, Rabu (13/10/2021), mengutip Tribun Lombok.

Rohman menyebut, selama ini mereka menyampaikan persoalan tersebut ke Dinas Sosial Lombok Timur.

Namun aduan mereka tak mendapat tanggapan.

Rohman tak mempermasalahkan persoalan adu mulut yang terjadi.

Tujuan mereka adalah agar aspirasi diterima oleh Risma.

Ia mengaku juga sudah mempersiapkan data yang diminta Risma.

"Kalau marah-marah itu ciri khasnya, kami apresiasi itu selama asas kebermanfaatan bagi masyarakat, bagus.”

“Kami pasti akan tindaklanjuti ini. Data-data sudah disiapkan, akan kami serahkan,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Sosial Provinsi NT Ahsanul Khalik membenarkan kejadian tersebut.

Khalik menyebut, pendemo menyampaikan sejumlah tuntutan seperti meminta Kadis Sosial Lombok Timur diganti, perubahan data penerima bantuan Program Keluarga Harapan dan BPNT.

Reaksi DPR

Aksi saling teriak antara Risma dan pengunjuk rasa ini menambah panjang sepak terjang Risma di ruang publik.

Menanggapi aksi protes tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Diah Pitaloka meminta masyarakat bersabar dan membiarkan Risma bekerja memperbaiki data dan teknis penyaluran bansos.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Diah Pitaloka
Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Diah Pitaloka di tengah masa reses di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur

Baca juga: Minta Petugas PKH Amanah, Mensos Risma: Satu Orang Saja itu Titipan Tuhan 

“Biarkan Risma bekerja, Menteri Sosial sedang fokus dalam berbagai perbaikan kinerja di Kemensos terkait data dan teknis penyaluran bansos," kata Diah dalam keterangannya kepada Tribunnnews.com, Kamis (14/10/2021).

"Bu Risma sedang berusaha menyelesaikan banyak pekerjaan rumah di Kemensos seperti perbaikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), teknis penyaluran bansos, mengembangkan berbagai program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Diah Pitaloka yang berkomentar di tengah-tengah kegiatan penyaluran beras untuk para Nelayan di Cidaun, Kabupaten Cianjur.

"Kita mendukung perbaikan yang dilakukan Bu Risma di Kemensos," tegas Diah.

Baca juga: Mensos dan Mahasiswa Cekcok Bansos, Wakil Ketua Komisi VIII: Biarkan Risma Bekerja

Selanjutnya Diah mengatakan bahwa perbaikan-perbaikan terus dilakukan terkait penyaluran bansos dan mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam membangun kerja kerja positif dalam upaya peningkatan kinerja di kemensos.

Dalam kunjungannya di Lombok Timur, Risma mengatakan bahwa DTKS Kemensos sudah tidak memiliki masalah, di mana tidak adalagi terdapat data yang ganda.

Tercatat dari April 2021, Kemensos sudah menidurkan setidaknya 21 juta DTKS ganda. Risma menyebutkan, Kemensos sering sekali memeriksa langsung Keluarga Penerima Manfaat di lapangan

Seperti yang dilakukan di Lombok Timur ini, kunjungan Risma untuk memantau proses penyaluran bantuan dengan mengumpulkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan TKSK.

Kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan bantuan ke penyandang disabilitas, peserta PKH yang telah graduasi dan anak yatim. (Kompas.com/Tribunnews/Warta Kota)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan