Breaking News:

Bamsoet Tekankan Pentingnya Membangun Peradaban Bangsa Berdasarkan Paradigma Pancasila

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menjelaskan urgensi membangun peradaban bangsa dalam paradigma Pancasila. 

Penulis: chaerul umam
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat memberikan sambutan dalam acara Kongres Kebangsaan bertema 'Ikhtiar Memperadabkan Bangsa', di Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/10/2021).  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menjelaskan urgensi membangun peradaban bangsa dalam paradigma Pancasila

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Bamsoet itu dalam Kongres Kebangsaan bertema 'Ikhtiar Memperadabkan Bangsa', di Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/10/2021). 

Bamsoet mengatakan, membangun peradaban bangsa harus dilandasi oleh kesadaran, bahwa tidak ada satu pun peradaban di dunia ini, sekuat dan sehebat apapun kelihatannya, akan kebal terhadap potensi kerentanan.

Kerentanan itu dapat dipicu oleh beragam faktor, antara lain: ketidaksetaraan dan oligarki politik, yang melemahkan kohesi sosial dan mendorong terjadinya disintegrasi bangsa; degradasi ekologi, di mana kemampuan sumber daya lingkungan semakin rapuh dalam menopang kebutuhan masyarakat yang tumbuh dalam lompatan deret ukur. 

Kemudian kompleksitas tantangan dan persoalan dalam kehidupan kebangsaan; serta faktor eksternal yang tidak terprediksi, seperti perang, bencana alam, wabah, dan lain-lain. 

"Dalam pandangan global, hingga abad ke-20, banyak pakar sejarah terkemuka, di antaranya Johann Gustav Droysen, George Frederick Hegel, Karl Marx, Oswald Spaengler, dan Goldwin Smith, yang meyakini, bahwasejarah adalah proses linear menuju kemajuan. Namun jika kita cermati lebih dalam, rujukan fakta sejarah justru mengindikasikan bahwa sejarah peradaban bersifat dinamis," kata Bamsoet.

Baca juga: Bamsoet: IMI Siapkan Touring Mobil Listrik Surabaya - Bali

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, bahwa sejarah membuktikan jatuh bangun dan dinamika peradaban adalah suatu keniscayaan, dan selalu menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh setiap negara. 

Dinamika peradaban global juga mengajarkan, bahwa konstruksi peradaban tidak dapat hanya ditopang oleh pembangunan infrastruktur, yang berupaya mengubah perilaku keberadaban menyesuaikan standar modernitas zaman. 

"Kita dapat melihat puncak-puncak peradaban dunia hancur karena hanya mengandalkan aspek material semata," ucapnya. 

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved