Breaking News:

Teror di Rumah Ibunda Veronica Koman

Polisi Menduga Ada Dua Orang Terlibat dalam Ledakan di Kediaman Orangtua Veronica Koman

Polres Metro Jakarta Barat masih menyelidiki penyebab ledakan di rumah orangtua Aktivis HAM dan Kemerdekaan Papua Veronica Koman.

ABC News Australia
DPO Veronica Koman dalam wawancara dengan ABC pada Kamis (3/10/2019) malam. Veronica Koman mendapat hukuman finansial berupa pengembalian uang beasiswa sebesar Rp 773 juta. Hukuman ini merupakan kali keempat yang diterimanya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat masih menyelidiki penyebab ledakan di rumah orangtua Aktivis HAM dan Kemerdekaan Papua Veronica Koman.

Menurut polisi, peristiwa ledakan yang terjadi di Jelambar, Jakarta Barat pada Minggu (7/11/2021) dilakukan dua orang yang berboncengan sepeda motor.

"Dugaan sementara dilakukan dua orang. Ada beberapa saksi di sekitar situ yang melihat terduga pelaku," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo saat dikonfirmasi, Senin (8/11/2021).

Meski benda yang meledak itu telah disita tim Puslabfor Polri untuk diteliti, polisi memastikan benda itu bukan bom.

Polisi masih mempelajari apakah peledak itu bom atau bahan lainnya. Dugaan sementara benda itu adalah petasan.

"Dugaan kuat sepertinya petasan. Tapi masih diteliti di Labfor," tambah Ady.

Selain ledakan, terdapat pesan yang ditulis dalam kertas yang dilaminating dan ditemukan di rumah orang tua Veronica.

Selembar kertas dilaminating bertuliskan ancaman setelah benda diduga bom meledak di kediaman orang tua Veronica Koman, Minggu (7/11/2021). (Istimewa)
Selembar kertas dilaminating bertuliskan ancaman setelah benda diduga bom meledak di kediaman orang tua Veronica Koman, Minggu (7/11/2021). (Istimewa) (Istimewa)

Kertas itu berisikan tulisan yang mengecam kegiatan Veronica.

Baca juga: Teror Bom kepada Keluarga Veronica Koman, LPSK Tawarkan Perlindungan

Polisi juga menemukan bungkusan berisi cat warna merah yang pecah saat ledakan terjadi.

Hal ini diduga sebagai bentuk teror atas kegiatan Veronica yang sangat lantang menentang kekerasan di Papua.

Hal itu dikatakan Kepala Bagian Bantuan Operasi Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Aswin Siregar.

Aswin menduga ledakan ini erat kaitannya dengan kegiatan serta sikap Veronica yang selama ini pro atas kemerdekaan Papua.

"Diperkirakan ada ancaman teror yang terkait tindakan-tindakan Veronica Koman soal Papua," kata Aswin. 
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved