Sabtu, 30 Agustus 2025

Hari Pahlawan

Sejarah Peringatan Hari Pahlawan, Dilengkapi Pesan dari Para Pahlawan, dan Kumpulan Link Twibbon

Inilah sejarah Hari Pahlawan 10 November, dilengkapi pesan dari Pahlawan Nasional mulai dari Bung Tomo, Jenderal Sudirman, hingga Gubernur Suryo.

Editor: Daryono
tangkap layar dari twibbonize.com
Inilah sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 dan pesan-pesan dari Pahlawan Nasional. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut sejarah Hari Pahlawan 1945 dari tragedi 10 November di Surabaya, pesan-pesan pahlawan nasional, dan kumpulan link twibbon.

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November dan bertepatan pada Rabu (10/11/2021) ini.

Peringatan tersebut dilatarbelakangi oleh pertempuran yang terjadi di Surabaya.

Banyak rakyat dan tentara yang gugur dalam usaha mempertahankan Indonesia dari Inggris dan sekutu.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada tanggal tersebut di Surabaya?

Baca juga: Google Doodle Kenang Ismail Marzuki di Hari Pahlawan 2021, Inilah Profil dan Daftar Karyanya

Sejarah Hari Pahlawan

Dikutip dari laman Kemdikbud, peringatan Hari Pahlawan dilatarbelakangi oleh peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Pertempuran tersebut merupakan pertempuran besar antara Indonesia dan pasukan Inggris.

Pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia kembali mendapat ancaman penjajahan dari pasukan Belanda dan Inggris yang datang, tepatnya setelah perang dunia 2 berakhir.

Sebenarnya, pihak Inggris dan Indonesia telah menandatangani surat gencatan senjata pada 29 Oktober 1945.

Namun, bentrokan terus memanas dan meluas hingga mencapai puncaknya ketika Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) terbunuh pada 30 Oktober 1945.

Kematian Jendral Mallaby menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia.

Pengganti Mallaby, yaitu Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 yang meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Mayjen Eric juga mengancam akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara jika rakyat Indonesia tidak mentaati perintah Inggris.

Mereka meminta semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya wajib datang ke tempat yang ditentukan, selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 pagi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan