Sektor Swasta Siap Mengakselerasi Transisi Energi Indonesia
Indonesia kembali menegaskan komitmenya kepada komunitas global untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060
"Pada dasarnya KADIN mendukung TKDN sebagai komponen green industrial revolution di Indonesia. Tetapi sudah sepatutnya kita melihat potret realita yang ada. Selama ini rekan-rekan manufaktur EBT, misalnya manufaktur panel surya, tidak memiliki pasar yang cukup besar yang memungkinkan mereka melakukan ekspansi, baik dari sisi volume produksi maupun teknologi. Green RUPTL PLN inilah yang kami lihat sebagai titik berangkat yang baik bagi industri panel surya. Indonesia dapat mengadopsi model di India dimana dalam periode tertentu, pengembang dibebaskan untuk mengimpor hampir 100% dari komponen PLTS dengan syarat mereka memberikan komitmen untuk membangun fasilitas manufaktur di India. Jika komitmen ini tidak dipenuhi, maka dipastikan pengembang tersebut tidak diperbolehkan mengikuti proses tender berikutnya," kata Yusrizki.
Baca juga: Jokowi Ungkap Rencana Pengembangan Ekosistem Mobil Listrik di COP26, Honda Siap Dukung
Dalam pernyataan penutup, Yusrizki menjelaskan agenda transisi energi merupakan agenda nasional yang harus didukung oleh setiap sektor.
"Sektor ketenagalistrikan, jika dilihat sebagai sektor utama, pada dasarnya sudah siap berlari. Tentunya harus diiringi oleh sektor-sektor lain yang akan berperan sebagai enabler," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/m-yusrizki.jpg)