Breaking News:

Wacana Presiden 3 Periode

Habiburokhman Tegaskan Partai Gerindra Taat Konstitusi: Jalannya Mau dari Mana Kalau 3 Periode?

Habiburokhman menilai sejauh ini konstitusi tidak mengatur perpanjangan masa jabatan presiden.

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com, Chaerul Umam
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Habiburokhman. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menilai sejauh ini konstitusi tidak mengatur perpanjangan masa jabatan presiden.

Hal tersebut menanggapi perkataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut jika tak terhalang konstitusi, maka Jokowi besar kemungkinan kembali menjabat sebagai Presiden RI.

"Kalau kita lihat di MPR dinamikanya tidak ada satu pun pihak yang mengusulkan penambahan periode tersebut," kata Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Partai Gerindra, kata Habiburokhman, tetap berada di jalannya sesuai konstitusi.

"Ya kalau kami taat konstitusi," ujarnya.

Baca juga: Periode Kedua Jokowi, Politisi PKS Soroti Kebebasan Demokrasi dan Sebut Buzzer Politik Parasit

Legislator Komisi III DPR RI itu pun mempertanyakan soal cara agar perpanjangan masa jabatan presiden ini bisa terwujud yakni amandemen UUD 1945.

"Jadi jalannya mau dari mana kalau 3 periode? Kita enggak lihat ada jalannya," tambah Habiburokhman.

Dia pun tak mau mempersoalkan terlalu jauh perkataan Surya Paloh tersebut.

Menurutnya, di MPR tak ada agenda amandemen UUD 1945 yang menyinggung masa jabatan presiden.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved