Breaking News:

Polisi Cek CCTV di TKP Pengeroyokan Anggota FBR Hingga Tewas di Joglo

Penyelidikan insiden pengeroyokan anggota Forum Betawi Rempug (FBR) hingga tewas masih dilakukan aparat Polsek Kembangan, Jakarta Barat.

istimewa
Ilustrasi tawuran 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyelidikan insiden pengeroyokan anggota Forum Betawi Rempug (FBR) hingga tewas masih dilakukan aparat Polsek Kembangan, Jakarta Barat.

Serangkaian peristiwa itu pun terjadi di mana posko Pemuda Pancasila (PP) di wilayah Meruya Selatan, Jakarta Barat dibakar sekelompok massa yang diduga buntut dari tewasnya DA.

Tak ingin permasalahan makin meruncing, polisi bergerak cepat dengan mengecek rekaman CCTV untuk menyelidiki para pelaku.

"Ya sedang dilakukan oleh tim. Salah satu upaya kita lakukan pengecekan CCTV, itu yang kita selidiki saat ini dan masih kita cari saksi-saksi," ujar Kapolsek Kembangan Kompol Khoiri, Selasa (16/11/2021).

Selain mengecek rekaman CCTV di dua tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyisir CCTV di beberapa titik lain terutama di lokasi pengeroyokan anggota FBR yang tewas.

Baca juga: Sebuah Pos Ormas Dibakar di Meruya, Polisi Selidiki Kaitan dengan Tewasnya Anggota FBR di Joglo

Khoiri berharap peristiwa bentrok ini mendapatkan petunjuk pelaku untuk menangkap pelaku yang diduga lebih dari 10 orang.

"Ya kami tentunya bergerak cepat. Salah satunya yang kita kejar itu mengungkap kasus pengeroyakan dengan mencari beberapa titik-titik rekaman CCTV. Ini adalah bentuk petunjuk untuk kita melakukan pengungkapan kasus itu," kata Khoiri.

Keterkaitan dua rangkaian peristiwa pengeroyokan anggota FBR hingga tewas dan pembakaran posko Pemuda Pancasila di Meruya Selatan, Khori menyebut akan menyelidikinya lebih lanjut.

Baca juga: Pangkal Keributan 2 Kelompok Massa di Cengkareng: Penjelasan Warga hingga Bantahan FBR

Ia berpesan agar kedua ormas ini saling menahan diri dan jangan terpancing dengan isu liat yang beredar di media sosial.

Khoiri berharap semua anggota ormas bisa menjaga kondusivitas di wilayah Kembangan sambil menunggu penyelidikan pihak kepolisian.

"Jangan sampai termakan isu yang dapat memancing keributan antara kedua belah pihak. Karena yang rugi pasti masyarakat pastinya, jadi saat ini yang dibutuhkan adalah saling menahan diri," ujarnya.

Khoiri menjelaskan bahwa dua peristiwa yang melibatkan dua ormas ini terjadi pada malam yang sama, yakni Minggu (14/11/2021) dan Senin (15/11/2021) dini hari. Polisi masih memburu pelaku pengeroyokan dan mendalami keterkaitan kedua kejadian tersebut.

"Terkait ada kaitannya atau tidak, nanti menunggu proses karena belum kita temukan pelakunya," ujar Khoiri.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved