Breaking News:

Sahroni Minta Polri Usut Tuntas Kasus Perempuan Bunuh Diri Korban Rudapaksa di Mojokerto

Sang korban yang bernama Novi Widiasari itu ditemukan telah tak bernyawa di samping makam ayahnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ahmad Sahroni. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Publik kembali dikejutkan dengan kisah memilukan seorang korban pemerkosaan Mojokerto, Jawa Timur yang bunuh diri karena diperkosa dan dipaksa menggugurkan kandungannya oleh kekasihnya yang merupakan oknum polisi.

Sang korban yang bernama Novi Widiasari itu ditemukan telah tak bernyawa di samping makam ayahnya.

Dia diduga bunuh diri dengan menenggak racun.

Kasus ini kemudian memunculkan kemarahan netizen hingga menjadikan #savenoviwidiasari sebagai trending topic Twitter.

Baca juga: Mahasiswi di Mojokerto Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Makam Ayahnya, Kisahnya Viral di Twitter

Terkait kasus ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyatakan kegeramannya.

Sahroni meminta polisi untuk mengusut dan menghukum tegas pelaku, dan dia berjanji akan terus mengawal kasusnya.

“Untuk kesekian kali kita mendengar lagi berita kekerasan dan kejahatan seksual terhadap perempuan, dan ini tidak bisa ditolerir lagi. Kita tidak bisa terus menerus membiarkan negara menjadi tempat yang tidak aman bagi perempuan. Pak Kapolri Listyo Sigit maupun Propam harus mengusut dan menghukum pelaku seberat-beratnya, dan saya pribadi akan terus mengawal kasus ini,” kata Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (4/12/2021).

Sahroni menambahkan, bahwa belakangan ini, makin banyak laporan yang menyebutkan tentang pengabaian yang dilakukan polisi terhadap laporan korban kekerasan seksual.

Hal ini tentunya sangat disayangkan, mengingat beratnya korban psikis dan psikologis korban.

“Di era digital seperti sekarang, sering kali kita mendengar bahwa korban kekerasan seksual itu laporannya kepada polisi justru diabaikan, tidak diteruskan, dll. Ini sangat tidak bisa diterima, apalagi polisi harusnya menjadi penegak hukum yang mengayomi dan melayani masyarakat. Saya mohon sekali agar Pak Kapolri memberi perhatian tegas atas isu laporan kekerasan seksual ini,” ujar Sahroni.

Selain itu Sahroni juga menyoroti terkait berbagai laporan yang menyebut bahwa korban pernah melapor kepada Kepolisian, namun tidak mendapat jawaban.

“Mindset awal Polri untuk hadapi kasus seperti ini adalah harus pro korban, berdiri di sudut padangan korban. Apalagi sudah jelas korban mengalami depresi yang luar biasa sampai bunuh diri. Jadi perlu diusut juga apakah ini benar ada pembiaran. Jika iya, perlu ditindak juga polisi yang mungkin mengabaikan laporan korban tersebut," kata dia.

"Seharusnya laporan meminta pertolongan keadilan seperti ini harus menjadi prioritas supaya tidak ada lagi korban yang jatuh karena merasa tidak dilindungi oleh negara,” pungkas Sahroni.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved