Kemendikbudristek Harap Ada Lulusan KOPSI Jadi Peneliti Peraih Nobel

Kemendikbudristek menggelar Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) tingkat SMP di Bandung, Jawa Barat

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Tribun Jateng
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemendikbudristek menggelar Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) tingkat SMP di Bandung, Jawa Barat, pada 7 hingga 13 Desember 2021.

Direktur Jenderal Pendidikan Usia Dini, Dasar, dan Menengah Jumeri menilai KOPSI bisa menjadi wadah bagi para siswa yang memiliki minat dan bakat dalam penelitian untuk mengembangkan potensi mereka.

"KOPSI menjadi wadah para siswa SMP sederajat untuk mengaktualisasikan bakat, minat, dan mengasah kemampuan mereka meneliti, berinovasi, berkreasi serta menghidupkan api semangat dan kebiasaan meneliti di sekolah," kata Jumeri melalui keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Dia berharap dari ajang KOPSI akan lahir peneliti andal yang kelak bisa mencetak prestasi internasional.

Melalui KOPSI, para pelajar dari seluruh Indonesia memperebutkan gelar terbaik dalam bidang penelitian.

"Saya berharap kelak akan ada lulusan KOPSI yang jadi peneliti hebat yang meraih nobel dan hasil penelitiannya bisa membantu kesejahteraan orang banyak," kata Jumeri.

Baca juga: Kemendikbudristek Beri Tambahan Bantuan Kuota Data Internet di Tengah Desember

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Asep Sukmayadi mengatakan peserta didik mampu mengaktualisasikan minat, bakat, kemampuan dalam meneliti dan berinovasi.

"Saya cukup terkejut karena pada KOPSI SMP jumlah naskah yang masuk mencapai 1.061 judul. Melalui KOPSI siswa dilatih untuk percaya diri memaparkan hasil penelitiannya. Selain membuat laporan hasil penelitian, mereka juga ditantang untuk membuat poster penelitian," jelas Asep.

Menurut Asep total peserta yang mengikuti KOPSI tahun ini adalah sebanyak 2.871 peserta.

KOPSI diikuti siswa dari 698 sekolah di 34 provinsi dan 1 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Riyadh, Arab Saudi. Adapun total peserta tingkat nasional terdiri 291 peserta dan melombakan 40 naskah di 3 bidang.

Baca juga: Kemendikbudristek: Jurnal Publikasi Internasional Perguruan Tinggi Capai 50 Ribu Pertahun

"Melihat bakat dan hasil penelitian yang masuk, kami harapkan mereka bisa melanjutkan penelitian hingga ke jenjang SMA dan perguruan tinggi. Harapan saya kelak akan lahir peneliti-peneliti handal yang penelitiannya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas" kata Asep.

Seperti diketahui, kompetisi KOPSI Tingkat Nasional Tahun 2021 adalah ajang kompetisi bidang penelitian bagi para peserta didik Sekolah Menengah Pertama atau yang sederajat di Indonesia.

Peserta KOPSI SMP Tingkat Nasional adalah peserta didik yang lolos seleksi pada tahap penyisihan. Mereka berkompetisi di 3 bidang yakni Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni; IImu Pengetahuan Alam dan Lingkungan; dan IImu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa.

Lahirnya gagasan KOPSI tidak dapat dilepaskan dari upaya Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek untuk lebih mendekatkan peserta didik pada dunia sains.

KOPSI merupakan wadah bagi peserta didik dalam mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017, khususnya bidang sains.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved