Sabtu, 9 Mei 2026

Natal dan Tahun Baru 2022

Korlantas Polri dan Kemenhub Tingkatkan Antisipasi Hadapi Puncak Arus Balik Nataru

Polri berfokus untuk mengurangi mobilitas dan euforia masyarakat guna mencegah terjadinya ledakan gelombang ketiga kasus Covid-19.

Tayang:
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus usai menghadiri Rakor Persiapan Pengendalian Transportasi bersama Menhub Budi Karya Sumardi di Madiun Kota, Jawa Timur, Jumat (31/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus memprediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terjadi pada 1 sampai 2 Januari 2022.

Untuk itu, dalam pelaksanaan Operasi Lilin 2021 pihaknya bersama sejumlah pihak terkait sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi arus balik Nataru.

"Masukan dari Polda dan Dishub di wilayah masing-masing, kita mengantisipasi ada dua kegiatan ke depan, karena mudik sudah selesai hari ini H+7," ujar Yusri dalam keterangan usai menghadiri Rakor Persiapan Pengendalian Transportasi di Madiun Kota, Jawa Timur, Jumat (31/12/2021).

"Kesiapan menghadapi arus balik yang rencananya tanggal 1 dan 2 Januari puncak arus balik, kita harus antisipasi, kita berkolaborasi sinergitas antara TNI-Polri kemudian Dishub, kita siapkan pengamanan," lanjut dia.

Dalam kesempatan tersebut, Yusri mengatakan kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta berjumlah 1,8 juta lebih.

Baca juga: Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Balik Libur Nataru, Sistem Contra Flow Diberlakukan di Tol Cikampek

Sebagai langkah pengamanan lebih lanjut, Yusri mengatakan pengamanan dan pengecekan telah dilakukan di beberapa titik seperti bandara, stasiun, dan pelabuhan.

Di samping itu, terkait pengamanan malam pergantian tahun, Yusri mengaku pihaknya dan beberapa instansi terkait, berfokus untuk mengurangi mobilitas dan euforia masyarakat guna mencegah terjadinya ledakan gelombang ketiga kasus Covid-19.

"Kita sudah sosialisasikan masyarakat, bahwa memang Covid-19 sekarang ini rawan. Bagaimana untuk memutus mata rantai adalah bagaimana kita patuh terhadap prokes," kata Yusri.

Dalam Rakor Persiapan Pengendalian Transportasi juga turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta perwakilan stakeholder seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lainnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved