Kaleidoskop 2021

PRIMA: Sumber Penyakit Bangsa Indonesia Saat Ini Adalah Oligarki

Ketua Umum PRIMA Agus Jabo Priyono mengungkapkan, praktik oligarki saat ini sumber penyakit bangsa Indonesia.

istimewa
Ketua Umum Partai PRIMA Agus Jabo Priyono (tengah) dan jajaran pengurus pusat di konferensi pers di Rapimnas I Partai PRIMA, Jumat (3/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengevaluasi perjalanan bangsa Indonesia sepanjang 2021 yang diwarnai dengan beragam dinamika.

Ketua Umum PRIMA Agus Jabo Priyono mengungkapkan, praktik oligarki saat ini sumber penyakit bangsa Indonesia. Karenanya, praktik oligarki harus dikikis.

“Sumber penyakit itu adalah alam liberal kapitalistik, ketergantungan, kesenjangan sosial, kemiskinan, polarisasi, akibat kehidupan ekonomi dan politik belum berdaulat dan dikuasai segelintir orang,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/1/2022).

Agus Jabo mengatakan, tahun 2021 kemarin menjadi tahun yang amat berat dan penuh kecemasan bagi kehidupan umat manusia di bumi, termasuk bangsa Indonesia. 

Banyak sanak saudara dan handai taulan yang meninggal karena terpapar Covid-19 yang menyerang secara tiba-tiba. 

Meremehkan Covid-19

Agus menyayangkan, banyak pejabat Indonesia awalnya meremehkan keberadaan virus berbahaya tersebut. 

“Begitu Covid-19 menyerbu, situasi menjadi kacau balau, rumah sakit penuh, alat kesehatan tidak siap, tenaga kesehatan kewalahan, banyak korban berjatuhan,” katanya.

Baca juga: Partai Buruh Ajak Partai Baru dan Non-parlemen Dobrak Oligarki Politik

Agus Jabo juga mengungkapkan, dalam mengatasi dan mengendalikan Covid-19 pemerintah tidak mampu berdikari.

Untuk penyediaan vaksin, oksigen maupun alat kesehatan lainnya Indonesia masih harus bergantung pada negara lain.

Baca juga: Evaluasi Akhir Tahun Fraksi PKS DPR RI: Jaga Demokrasi Dari Praktik Oligarki dan Sentralisasi

Selain itu, akibat sikap dan kebijakan yang kurang tepat, krisis kesehatan dan krisis ekonomi datang menerjang dan tidak bisa dihindari.

“Kegiatan manusia di luar rumah dihentikan, work from home, kehidupan ekonomi dan sosial lumpuh total, krisis ekonomi dan kesesehatan datang menerjang,” ungkapnya.

Baca juga: Indonesia Kok Masih Banyak Korupsi, Mahfud MD: Mungkin Namanya Demokrasi Tapi Praktiknya Oligarki

Hanya saja, lanjut Agus Jabo, saat masyarakat cemas menghadapi krisis, beberapa gelintir orang justru mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan politik dan ekonominya sendiri. 

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved