Kapolri Sinergi dengan Pengusaha Muda Dorong Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mendorong pemulihan ekonomi

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ist
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Menurutnya, Indonesia bisa keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah (middle income trap) pada 2036.

“Keyakinan itu didasari pada laju perekonomian yang membaik dalam beberapa tahun terakhir. Kinerja ekonomi disebut telah berada di level tertinggi dan membuat pendapatan per kapita Indonesia naik level," ujar Listyo dalam Forum Dialog Ekonomi dan Bisnis sebagai rangkaian acara Sidang Dewan Pleno (SDP) BPP HIPMI, Jumat (18/3/2022).

Baca juga: Ikatan Alumni Harvard: Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Sudah Tepat

Kapolri juga meyakini Indonesia bisa mencapai visi 2045 menjadi negara maju dan berdaulat.

Ia menegaskan ekonomi yang sebelumnya diproyeksikan bakal melejit, justru mengalami pertumbuhan negatif akibat dampak Covid-19.

"Saya berharap, tren penurunan laju pertumbuhan Covid-19 terus berlanjut untuk mendukung transisi pandemi ke endemi sehingga pemulihan ekonomi nasional dapat terus dilaksanakan,” ucapnya

“Berbagai kebijakan yang diambil pemerintah, bersama-sama dengan Bank Indonesia (BI) dan otoritas terkait berhasil menahan dampak pandemi dengan baik,” jelas Kapolri.

Baca juga: Wakil Ketua BKSAP Sebut Warga Bali Bersyukur Ada IPU ke-144, Momentum Pemulihan Sektor Pariwisata

Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai penilaian positif dari beberapa lembaga internasional mengenai kinerja Indonesia memulihkan ekonomi akibat pandemi.

Kapolri menekankan Indonesia masih bisa membuka jalan untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi.

"Reformasi struktural yang terus dilakukan juga menjadi alasan yang menguatkan keyakinan Indonesia bisa lolos dari middle income trap dan meraih visi 2045. Karena, reformasi struktural itu memunculkan potensi dan mesin ekonomi baru yang lebih cepat," ungkapnya.

Pemerintah memiliki pilar visi inovasi untuk mencapai pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor manufaktur menjadi salah satu pilar utama pembangunan menuju efisiensi.

"Sektor manufaktur perlu diperkuat hingga integrasi hilir dan mendorong industri yang berkelanjutan," tuturnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved