Doni Monardo Bicara Blue Economy dan Intelijen Perikanan kepada Siswa PPRA Lemhannas
Doni mengatakan bahwa potensi perikanan Indonesia adalah 12 juta ton per tahun
Jais menambahkan, saat Presiden Joko Widodo datang, ia mengatakan, “Tentara sekarang sistemnya bukan senjata yang bisa membunuh, tapi senjata sosial, atau senjata kesejahteraan. Pak Doni adalah warga kehormatan kota Ambon. Pak Doni adalah warga kebanggaan Ambon. Program beliau emas hijau, emas biru lalu emas putih perdamaian, sungguh tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Maluku,” kata Achmad Jais, khidmat.
Baca juga: Kata Gubernur Lemhannas Tentang Perang Generasi Kelima Hingga Matra Siber dan Antariksa
Jais berjanji dan bertekad akan melanjutkan semua program Doni Monardo.
“Ijin Pak Doni, jembatan warisan bapak yang menghubungkan kampus ke keramba sampai sekarang masih ada. Itu kenangan yang tidak boleh hilang. Emas biru yang bapak gulirkan sudah melahirkan banyak Jefry yang lain. Jefry-jefry di Seram, di Buru, dan lain-lain,” papar Jais.
Berkas emas biru pula masyarakat meningkat ekonominya sehingga bisa menyekolahkan anak. Ada yang sudah menjadi sarjana, ada yang sudah bekerja di Korea, Jepang, Spanyol, semua terjadi berkat emas biru.
Atas dua testimoni tadi, Doni Monardo mengucapkan terima kasih. Tak lupa ia menyampaikan rasa kagumnya, saat baru-baru ini mengunjungi Ambon. Kondisinya jauh lebih meriah dibanding saat ia bertugas di sana. Saat ini sangat banyak resto seafood yang ikan-ikannya disuplai oleh para nelayan tambak.
“Sungguh, ikan yang segar tidak perlu bumbu yang macam-macam, sudah sangat enak,” katanya.
Doni menyebutkan, salah satu kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ambon. Salah satunya adalah menebar 1.000 ekor ikan barramundi. Ikan yang kualitasnya tidak kalah denan salmon.
“Seribu ekor ditebar, kesemuanya hidup. Ini ikan mahal. Baramundi itu kakap putih. Di Maluku, kakap putih sangat banyak,” kata Doni.
Tidak berhenti di situ, Doni bahkan menguak potensi kepiting bakau dikaitkan dengan potensi hutan bakau yang ada di seluruh pesisir Nusantara. Indonesia memiliki 3 juta hektare mangrove, dari sebelumnya 4 juta.
“Yang sejuta hektare hilang untuk pembangunan atau perambahan. Saya sering dapat laporan, bakau dirambah untuk dijadikan arang, dan diekspor ke luar negeri,” kata Doni.
Doni tidak ingin luas bakau terus menyusut. Ia mendukung tekad Presiden Joko Widodo yang mencanangkan pengembalian fungsi pesisir dengan penanaman kembali mangrove. “Meski praktiknya masih banyak pencuri mangrove, seperti yang terjdi di Segara Anakan, Cilacap,” ujar Doni.
Doni menceritakan tekadnya memulihkan hutan bakau, serta budidaya kepiting bakau. Selain di Aru (Maluku), Doni baru pulang dari Puau Enggano, Bengkulu. Di sana, selain bakaunya masih sangat terjaga, Doni juga sedia mengembangkan buidaya kepiting.
“Mereka sangat hebat menjaga bakau. Dan itu sangat bagus, karena letak pulau itu termasuk di wilayah yang rawan gempa dan tsunami, seperti Aceh,” tambah Doni.
Baca juga: Kisah VOC dan Janji Doni Monardo Pada Ganjar Pranowo
Doni juga memberi gambaran tentang budidaya udang oleh PT Parigi Aquakultur Prima di Desa Desa Sejoli, Kec Moutong, Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah. Perusahaan ini juga telah melibatkan masyarakat dalam mengelola budidaya udang vaname. Ekonomi masyarakat di sekitar tambak udang, berkembang pesat.
Terakhir, Doni menyebut ikan nemo, si ikan pintar. Ia adalah salah satu jenis ikan hias yang mahal harganya.
“Ikan hias dari perairan laut kita jauh lebih bagus dibanding ikan koi. Kenapa kita harus impor ikan luar, sementara laut kita punya banyak sekali ikan hias yang indah,” kata Doni.
Masih ada lagi gagasan Doni Monardo terkait blue economy. Ia menyebut arus deras yang ada di antara dua pulau. Potensi arus deras tadi bisa dimanfaatkan sebagai pengungkit tenaga listrik. Jika itu dilakukan, maka akan menghasilkan energi. Dari energi tadi, bisa digunakan untuk menghidupi cold storage.
“Dengan cold storage, nelayan kita di pedalaman tidak harus jual murah hasil tangkapannya,” ujar Doni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-umum-pp-ppad-letjentni-purn-doni-monardo-saat-menerima-para-siswa-program.jpg)