Wapres Beberkan Empat Kunci Optimalkan Performa Industri Asuransi Syariah

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengungkapkan ada empat faktor kunci untuk mengoptimalkan industri asuransi syariah.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
Setwapres
Wapres Maruf Amin saat menghadiri acara Pembukaan Seminar Internasional Membangun Kerja Sama Internasional untuk Menguatkan Komitmen dan Praktik Islam Rahmatan Lil 'Alamin di Dunia secara virtual di Jakarta, Selasa (25/01/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengungkapkan ada empat faktor kunci untuk mengoptimalkan industri asuransi syariah.

Dirinya mengungkapkan keuangan syariah Indonesia saat ini menduduki peringkat empat dunia.

“Pertama, SDM yang ahli di bidang [ekonomi dan keuangan syariah] ini akan memajukan industri ini, antara lain melalui penciptaan produk yang inovatif dan perluasan pangsa pasar baru," ujar Ma'ruf melalui keterangan tertulis, Selasa (5/4/2022).

Menurutnya, ketertarikan akan produk-produk jasa keuangan syariah ditunjukkan oleh konsumen terlepas dari agama dan keyakinannya. 

Ma'ruf mengingatkan untuk tetap menjaga nilai-nilai syariah dalam bisnis ini.

“Kedua, terus jaga nilai-nilai syariah dalam menjalankan bisnis demi menjaga kepercayaan sekaligus meningkatkan keyakinan publik akan keunggulan produk-produk jasa keuangan syariah dibandingkan konvensional,” tutur Ma'ruf. 

Selanjutnya yang ketiga, perusahan asuransi syariah diharapkan dapat dengan seksama memilih investasi yang bersifat produktif.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Beberkan 3 Aspek Penguatan Pada Perpres Percepatan Penurunan Stunting

“Pemanfaatan instrumen investasi yang bersifat produktif membutuhkan kejelian untuk melihat potensi industri-industri syariah lainnya,” ujar Ma'ruf.

Sementara faktor terakhir yang harus dipenuhi, Ma'ruf menekankan pentingnya penguasaan terhadap teknologi digital untuk menjawab kebutuhan para konsumen.

“Pemanfaatan teknologi digital yang telah menjadi keniscayaan agar layanan sektor keuangan dan asuransi dapat lebih cepat, mudah dan murah di masa depan, nasabah asuransi, baik individu maupun bisnis, akan semakin mengharapkan layanan yang personal dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan,” pungkas Ma'ruf. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved