Sabtu, 30 Agustus 2025

Cerita Nakes RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Mulai Tangani Pasien Covid-19 dan Kemunculan 'Mbak Kunti'

Mudik menjadi kata yang asing untuk dirinya karena harus rela tidak bisa berkumpul bersama keluarganya selama ditugaskan di Wisma Atlet

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Suasana RSDC Wisma Atlet Kemayoran pada Kamis (5/5/2022). Pasien yang masih dirawat hanya tinggal 10 orang 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bekerja sebagai tenaga kesehatan (nakes) bukan tugas yang mudah. 

Saparudin (28), seorang petugas nakes di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara di antaranya.

Dia mengaku menjadi seorang nakes merupakan orang pilihan.

Dengan kesabaran, dia harus melayani pasien khususnya pasien Covid-19.

Pria asal Bengkulu ini menjelaskan hatinya teriris ketika melihat sejumlah pasien yang meninggal dunia akibat penyakit yang mendunia itu.

"Kadang kita nunggu pasien, jenazah pindah ruangan ke ruangan jenazah baru pasien bisa masuk, itu yang membuat kita nggak tega, nggak maksimal membantu, karena keterbatasan ruangan dan alat juga kan," kata Saparudin kepada Tribunnews.com, Kamis (5/5/2022).

Baca juga: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Izinkan Sebagian Nakes Mudik Lebaran 2022

Selain itu, mudik menjadi kata yang asing untuk dirinya karena harus rela tidak bisa berkumpul bersama keluarganya selama ditugaskan di Wisma Atlet. 

"Ya selama tiga tahun ini enggak mudik. Sekarang juga ga mudik," ucapnya.

Saparudin juga menjelaskan dirinya kerap diganggu oleh makhluk tak kasat mata saat bertugas.

"Setiap ini pasti pernah ada pengalaman mistis ya, namanya juga rumah sakit, terutama kan banyak pasien pasien yang meninggal, otomatis ada pengalaman mistis," tuturnya.

Dia menceritakan saat bertugas di ruang ICU, dia mendapatkan pengalaman pahit yakni melihat sosok wanita yang biasa disebut Kuntilanak.

"Wujudnya itu biasanya Kuntilanak, terus ada anak kecil yang lari-larian kita periksa nggak ada orang," ungkapnya.

Beruntung, selama pengalaman dia bekerja, Saparudin tak pernah diganggu secara fisik oleh makhluk dunia lain itu.

"Nggak ada, paling suara-suara ajaa sih," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan