Bursa Capres
Surya Paloh Undang Prabowo, Bamsoet hingga Erick Thohir: Manuver NasDem Dongkrak Elektabilitas?
Dalam psikologi politik, efek ekor jas dapat dimaknai sebagai pengaruh figur atau tokoh dalam meningkatkan suara partai pada pemilihan umum (Pemilu).
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Nasional Demokrat (NasDem) menggelar acara silaturahmi nasional (Silatnas) di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2022) kemarin.
Acara ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni setiap tahunnya.
Dalam acara itu, hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Menteri BUMN Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno dan Menkominfo Johny G Plate.
Sebelumnya, pada Rabu (1/6/2022), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem juga mengadakan pertemuan di tempat yang sama.
Baca juga: Pujian Surya Paloh kepada Erick Thohir Sinyal Dukungan Maju Pilpres 2024?
Manuver NasDem ini menuai beragam spekulasi bagi publik. Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai langkah Partai besutan Surya Paloh ini adalah untuk menciptakan coat tail effect bagi NasDem.
Merujuk Wikipedia, coat tail effect atau efek ekor jas merupakan istilah umum yang bermuara kepada hasil yang diraih oleh suatu pihak dengan cara melibatkan tokoh penting atau tersohor, baik langsung maupun tidak langsung, melalui suatu perhelatan.
Dalam psikologi politik, efek ekor jas dapat dimaknai sebagai pengaruh figur atau tokoh dalam meningkatkan suara partai pada pemilihan umum (Pemilu).
Sederhananya, partai politik akan mendapatkan limpahan suara dalam pemilihan umum anggota legislatif bila mencalonkan tokoh atau figur yang populer serta memiliki elektabilitas yang tinggi.
“NasDem saat ini sedang membutuhkan sosok yang mampu menciptakan coat tail effect bagi parpolnya. Ini yang harus kita pahami,” ujar Herry Mendrofa saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (3/6/2022).
Menurut dia, efek ekor jas ini begitu diincar NasDem agar dapat memenuhi Parlementary Treshold atau ambang batas parlemen.
Threshold merupakan persyaratan minimal dukungan yang harus diperoleh partai politik untuk mendapatkan perwakilan yang biasanya dilihat dari presentase perolehan suara di pemilu.
Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun Tahun 2017, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 4 persen dan berlaku nasional untuk semua anggota DPR.
Baca juga: DPP Nasdem Tanggapi Isu Pindahnya Politisi Gerindra M Taufik karena Akan Usung Anies di Pilpres
Sedangkan, kata Herry, posisi NasDem saat ini menurut beberapa survei masih berada di bawah angka tersebut.
“Jadi dia perlu meningkatkan efek itu dalam konteks ini. Termasuk ketika dia melempar berbagai macam isu kepada Prabowo ataupun Erick Thohir. Jadi di mana efek itu lah di situlah parpol itu akan diuntungkan,” ujarnya.