Jumat, 24 April 2026

Tarif Tiket Masuk Borobudur

Legislator PKS: Warga di Sekitar Borobudur Tak Pernah Dilibatkan dalam Pengambilan Kebijakan

Anggota Komisi X dari PKS Fikri Faqih turut menyoroti rencana pemerintah yang ingin menaikkan tiket harga masuk kawasan Candi Borobudur menjadi Rp750

Editor: Johnson Simanjuntak
dpr.go.id
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul FIkri Faqih. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X dari PKS Fikri Faqih turut menyoroti rencana pemerintah yang ingin menaikkan harga tiket masuk kawasan Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu.

Fikri menyatakan, dalam membuat kebijakan, pemerintah kata dia, dirasa perlu untuk memperhatikan peran dan pelibatan dari masyarakat sekitar.

Sebab menurut Fikri, hal tersebut yang selalu dikeluhkan oleh masyarakat sekitar Borobudur.

"Selama ini yang dikeluhkan orang di sekitar Borobudur adalah tidak dilibatkannya mereka dalam pengambilan kebijakan bahkan sampai dalam pengelolaan kawasan Candi Borobudur," kata Fikri saat dimintai tanggapannya, Senin (6/6/2022).

Keluhan itu didapatkan kata Fikri, saat anggota Komisi X melakukan kunjungan fisik ke kawasan wisata Candi Borobudur.

Bahkan, dalam laporannya itu para warga sekitar tidak menerima atau menikmati keuntungan dari destinasi wisata di Borobudur.

"Sehingga miris bila mendengar bahwa penduduk miskin di Magelang justru yang bermukim di sekitar kawasan candi Borobudur," ucap Fikri.

"Lantaran mereka tidak bisa menikmati keuntungan ekonomis dari destinasi wisata super prioritas yang hanya dikelola oleh PT TWC dan Badan Otorita Borobudur," sambungnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR RI Fikri Faqih menyatakan, perubahan tarif yang sedang dicanangkan pemerintah untuk berwisata ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah akan berdampak pada berkurangnya minat masyarakat untuk berwisata.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menetapkan harga tiket masuk Candi Borobudur untuk wisatawan lokal mendatang adalah senilai Rp750 ribu.

Baca juga: Soal Rencana Tiket Candi Borobudur Jadi Rp 750.000, YLKI Anggap Pemerintah Lakukan Komersialisasi

Fikri mengatakan, tarif yang dipatok oleh pemerintah itu terbilang fantastis dan dinilai akan berdampak pada menurunnya minat masyarakat dalam mengunjungi bangunan bersejarah yang masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia tersebut.

"Sehingga tentu ini nanti akan berdampak berkurangnya minat masyarakat khususnya wisnus menjadikan Borobudur sebagai destinasi wisata," kata Fikri saat dimintai tanggapannya, Senin (6/6/2022).

Lebih jauh, dengan ditentukannya tarif senilai Rp750 ribu itu dikhawatirkan juga akan berdampak pada berkurangnya minat siswa yang menjadikan Candi Borobudur sebagai sarana belajar.

"Apalagi bila tarif ini ditentukan dari pemerintah pusat maka ini akan menjadi kendala bahkan masyarakat kita yang tidak hanya menjadikan Borobudur sebagai destinasi wisata, namun sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa dan masyarakat yg memang bermaksud berwisata sejarah atau bahkan wisata religi," ucap Rifki.

Legislator dari PKS itu juga menyatakan, dengan penambahan tarif masuk tersebut dinilai akan menghambat masyarakat yang hendak melakukan wisata minat khusus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved