Virus Corona

Hadapi Potensi Lonjakan Covid-19 Subvarian BA.4 & BA.5, RSDC Siapkan 3.801 Bed hingga Tabung Oksigen

RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga menyiagakan sekira 300-an personel kesehatan termasuk relawan nakes.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Gita Irawan
Suasana apel khusus tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada Selasa (14/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr Budiman SpBPRE memimpin apel khusus tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Selasa (14/6/2022).

Usai kegiatan, Budiman menjelaskan saat ini RSDC Wisma Atlet Kemayoran telah menyiagakan sarana prasarana hingga sumber daya manusia untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 khususnya subvarian BA.4 dan BA.5.

Ia mengatakan, RSDC Wisma Atlet Kemayoran telah menyiagakan dua tower perawatan pasien covid-19 dengan jumlah ranjang perawatan mencapai 3.801 unit.

Selain itu, RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga menyiagakan sekira 300-an personel kesehatan termasuk relawan nakes.

Jumlah tersebut, kata dia, akan ditambah sesuai dengan kebutuhan berdasarkan analisis rubahan kerja.

Budiman juga mengatakak pihaknya telah menyiapkan kebutuhan oksigen.

Baca juga: Bagaimana Tingkat Keparahan Omicron BA.4 dan BA.5? Ini Ciri-ciri Gejala Omicron BA.4 dan BA.5

"Alat-alat kesehatan, obat-obatan masih tersedia, termasuk APD masih tersedia. Karena kita selalu koordinasi. Kita melaporkannya, fluktuasinya, kemudian prediksi kebutuhan sampai berapa bulan ke depan dibutuhkan," kata Budiman di Tower 1 RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada Selasa (14/6/2022).

Budiman menjelaskan, sampai hari ini tercatat ada 43 pasien Covid-19 bergejala ringan yang dirawat di Tower 6 RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Sebanyak 60 persennya, merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Sedangkan 40 persen sisanya, merupakan pasien domestik yang dikirim dari Puskesmas, rumah sakit lain, dan juga pasien mandiri.

"Saya kira semua sudah terkendali, itu sudah kita perhitungkan. Jadi pemerintah sudah menetapkan bahwa persiapan lonjakkan kasus pasca libur panjang itu sudah disiapkan. Makanya walaupun beberapa waktu ke belakang jumlah pasien yang dirawat di RSDC sangat sedikit, tapi kita tetap siagakan untuk berjaga-jaga," kata Budiman.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved