Reshuffle Kabinet
Nasib Menteri yang Pernah Diganti Jokowi, Ada yang Masuk Penjara dan Ada yang Bersinar Jadi Capres
Presiden Jokowi melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju, di Istana Negara Jakarta pada Rabu (15/6/2022) siang tadi.
Editor:
Hasanudin Aco
Setelah itu, Anies ikut Pilkada DKI Jakarta dan akhirnya terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta mengalahkan pesainya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Oleh sejumlah lembaga survei, nama Anies selalu masuk tiga besar calon presiden (Capres) 2024.

Pindah-pindah kursi menteri
Lain halnya dengan Sofyan Djalil.
Pada reshuffle pertama 12 Agustus 2025, Sofyan diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, menggantikan Andrinof Chaniago.
Reshuffle kedua, Sofyan Djalil diangkat menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), menggantikan Ferry Mursidan Baldan.
Pada reshuffle ketujuh, Sofyan Djalil tidak bertahan lagi di pemerintahan Jokowi.
Dia digantikan Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Berikut riwayat reshuffle pemerintahan Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo telah melakukan sebanyak tujuh kali reshuffle selama masa pemerintahannya.
Pada periode pertama, presiden melakukan empat kali dan periode kedua sebanyak dua kali.
Reshuffle pertama
Reshuffle pertama dilakukan saat Jokowi belum genap menjabat satu tahun. Pada 12 Agustus 2015 ia mengganti tujuh posisi pejabat.
- Darmin Nasution diangkat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, menggantikan Sofyan Djalil.
- Sofyan Djalil diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, menggantikan Andrinof Chaniago.
- Rizal Ramli diangkat sebagai Menko Bidang Kemaritiman, menggantikan Indroyono Susilo.
Luhut Binsar Pandjaitan diangkat sebagai Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. - Thomas Lembong diangkat sebagai Menteri Perdagangan, menggantikan Rachmat Gobel.
- Pramono Anung diangkat sebagai Sekretaris Kabinet, menggantikan Andi Widjajanto.
- Teten Masduki diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.
Reshuffle kedua
Jokowi kembali merombak kabinetnya pada 27 Juli 2016. Reshuffle besar-besaran ini Jokowi mengganti 14 posisi menteri, meliputi:
- Budi Karya Sumadi diangkat sebagai Menteri Perhubungan, menggantikan Ignasius Jonan.
- Bambang Brodjonegoro diangkat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, menggantikan Sofyan Djalil.
- Sri Mulyani Indrawati diangkat sebagai Menteri Keuangan, menggatikan Bambang Brodjonegoro.
- Sofyan Djalil diangkat menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), menggantikan Ferry Mursidan Baldan.
- Archandra Tahar diangkat menjadi Menteri ESDM, menggantikan Sudirman Said. Namun, karena persoalan dwi kewarganegaraan, Archandra hanya menjabat tak sampai satu bulan. Posisinya digantikan oleh Ignasius Jonan, sementara dia menduduki posisi Wakil Menteri ESDM.
- Airlangga Hartarto diangkat menjadi Menteri Perindustrian, menggantikan Saleh Husin.
Muhadjir Effendy diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Anies Baswedan. - Eko Putro Sanjojo diangkat menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menggantikan Marwan Jafar.
- Asman Abnur diangkat menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (PAN-RB), menggantikan Yuddy Chrisnadi.
- Luhut Binsar Pandjaitan diangkat sebagai Menko Bidang Kemaritiman, menggantikan Rizal Ramli.
- Wiranto diangkat menjadi Menko Polhukam, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.
Enggartiasto Lukita diangkat sebagai Menteri Perdagangan, menggantikan Thomas Lembong.
Thomas Lembong diangkat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menggantikan Franky Sibarani. - Franky Sibarani menjabat sebagai Wakil Menteri Perindustrian.