Rakernas II PDIP

Pengamat Ingatkan Ganjar Pranowo untuk 'Rem' Usai Rakernas Agar Tak Konflik dengan PDIP

Ujang Komarudin mengingatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk tak bermanuver lagi pasca Rakernas II PDIP.

Mario Christian Sumampow
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai melakukan Salat Zuhur di Masjid At Taufiq, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2022).Pengamat Ingatkan Ganjar untuk 'Rem' Usai Rakernas Agar Tak Konflik dengan PDIP 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengingatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk tak bermanuver lagi pasca Rakernas II PDIP.

Ujang Komarudin mengatakan, hal itu perlu dilakukan Ganjar agar tak bertentangan atau konflik dengan PDIP.

Sebab menurutnya, bagaimanapun yang membesarkan Ganjar adalah partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Mestinya memang (Ganjar) rem tidak bergerak, tidak jalan. Agar apa? Agar tidak bersinggungan atau bertentangan atau berkonflik dengan PDIP yang selama ini adalah membesarkan Ganjar," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (24/6/2022).

Baca juga: Antara Ganjar dan Puan, Siapa Pantas Jadi Capres dari PDIP? Elektabilitas hingga Kata Sejumlah Pihak

Selain itu, kata dia, sebagai kader PDIP suka tidak suka wajib bagi Ganjar untuk mengikuti ketentuan dan perintah dari Megawati.

"Ya suka tidak suka, senang tidak senang karena masih menjadi kader PDIP maka harus ikut ketentuan dan perintah dari Megawati sebagai ketua umum partai," ucap Ujang.

Kendati demikian, Ujang menuturkan, meski Ganjar akan tak bermanuver pasca Rakernas PDIP, namun relawan-relawannya belum tentu mengikutinya.

"Tetapi kan tidak tahu, apakah relawan-relawannya bisa direm atau tidak. Kelihatannya Ganjar akan main cantik. Bisa jadi dia mengerem terkait dengan manuver, tetapi di saat yang sama relawan-relawannya bergerak underground," ungkap Ujang.

Baca juga: Ganjar Pranowo Baca Rekomendasi PDIP, Pengingat Agar Loyal dan Tunduk pada Megawati

Sebab dalam politik, kata Ujang, kadang apa yang ada di atas permukaan tak selalu mencerminkan isinya.

"Namanya juga politik, kadang-kadang apa yang di atas dengan apa yang di bawah itu kan berbeda. Apa yang di permukaan dengan apa yang di bawah juga selalu berbeda-beda," ujar Ujang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved