Jabodetabek Siaga Banjir, BNPB Minta Warga di Bantaran Sungai Lebih Waspada
Wilayah Jabodetabek siaga banjir, BNPB mengimbau pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat melakukan upaya mitigasi.
Selain itu, ada 941 unit rumah dan tiga tempat ibadah yang terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 50-100 sentimeter.
Kurang lebih 209 jiwa mengungsi sementara saat tempat tinggal mereka terendam air.
Namun, saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut.
Banjir di Jakarta
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tercatat ada 71 RT yang tergenang banjir dengan ketinggian lebih dari 40 sentimeter.
Jakarta Timur menjadi daerah terdampak banjir terparah dengan jumlah 41 RT, kemudian disusul Jakarta Selatan dengan 22 RT.
Sedangkan, pemukiman warga di Jakarta Barat yang tergenang ada 8 RT.
Baca juga: UPDATE Banjir di Bogor dan Garut: Jalan Raya Bogor Terendam Banjir, Ratusan Rumah di Garut Terendam
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Insaf menyebut banjir disebabkan tingginya curah hujan dan luapan sejumlah sungai, seperti Kali Krukut, Sungai Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Semonggol, dan Kali Angke.
"Ketinggian genangan cukup bervariasi hingga mencapai 200 sentimeter di Kelurahan Cawang dan Cililitan," ungkapnya, Sabtu, dikutip dari TribunJakarta.com.
Akibat banjir yang menerjang, 9 warga yang tinggal di Kelurahan Cilandak Timur dan Bangka terpaksa mengungsi.
"Untuk warga Cilandak Timur, ada 4 jiwa yang mengungsi ke Musala Al-Mamuriah."
"Sedangkan, 5 jiwa lainnya di Kelurahan Bangka mengungsi di Musala Al-Muhajirin," jelasnya.
(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jabodetabek-siaga-banjir.jpg)