Polisi Tembak Polisi

Beda Fakta Sebelum Ferdy Sambo Dinonaktifkan dan Setelah Timsus Kerja, CCTV Bukan Rusak Tapi Dicopot

Sejumlah fakta berbeda terkuak setelah tim khusus Kapolri turun tangan bekerja tangani kasus baku tembak yang tewaskan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo

Kolase Tribunnews.com/ISTIMEWA
Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan pihaknya telah memeriksa siapa yang mengambil CCTV di pos satpam kompleks rumah Ferdy Sambo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Khusus Kapolri gerak cepat mengungkap kasus baku tembak yang tewaskan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.

Setelah menetapkan status tersangka pada Bharada E dalam baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo hingga Brigadir J tewas.

Tim Khusus Kapolri juga mengungkap fakta-fakta baru yang mencengangkan, di antaranya soal CCTV.

Ternyata CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo yang awalnya disebut rusak nyatanya dicopot.

Pihak yang mencopot CCTV itu kini sudah diketahui dan menjalani pemeriksaan.

Beda Keterangan soal CCTV Rusak

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyampaikan, sejak awal pihaknya mempersoalkan mengapa ada keterangan yang berbeda terkait rusaknya CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo.

"Fokus dulu di CCTV yang sejak awal kami persoalkan itu, kok bisa dikatakan rusak dengan keterangan yang berbeda satu dengan lainnya."

"Yang satu bilang disambar petir, ADC bilang sudah rusak sejak lama," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis.

"Nah sekarang sudah ada indikasi kuat unsur kesengajaan. Bisa disebut sebagai dugaan obstruction of justice, upaya melawan hukum yang mengganggu proses penegakan hukum," terangnya.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved