Hari Pramuka
Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus, Ditandai Penyerahan Panji oleh Soekarno
Berikut ini Sejarah Hari Pramuka yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus, ditandai dengan penyerahan panji pramuka oleh Soekarno kepada HB IX.
Perkembangan organasasi kepanduan tersebut, menarik Bapak Pramuka dunia, Robert Baden Powell dan keluarganya datang ke Batavia, Semarang, dan Surabaya pada awal Desember 1934.
Kemudian pada 9-23 Juli 1941 di Yogyakarta berlangsung All Indonesian Jamboree atau Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem.
Pada 27-29 Desember 1945 berlangsung Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Surakarta.
Kongres itu menghasilkan Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia.
Ketika Belanda kembali menginvansi Indonesia pada agresi militer tahun 1948, muncul beberapa organisasi kepanduan lain.
Di antaranya Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), dan Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
Kemudian terpecah lagi menjadi 100 organisasi yang tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo).
Organisasi kepanduan di Indonesia yang semakin berkembang, membuat Perkindo menjadi lemah.
Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang saat itu merupakan Pandu Agung menginisiasi peleburan organisasi kepanduan yang semakin berkembang.
Hal itu disampaikan Soekarno saat mengunjungi Perkemahan Besar Persatuan Kepanduan Putri Indonesia di Desa Semanggi, Ciputat, Tangerang, pada awal Oktober 1959.
Seluruh organisasi kepanduan yang ada, kemudian dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka.
Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Pramuka 14 Agustus, Cocok Dijadikan Status di Media Sosial
Keputusan Presiden Soekarno dikuatkan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka
Pada momen tersebut juga dikenal sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.
Setelah itu pada 14 Agustus 1961, gerakan Pramuka resmi diperkenalkan kepada masyarakat luas dalam suatu upacara di halaman Istana Negara.
Peristiwa itu ditandai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang juga menjadi Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Panji itu lalu diteruskan Sri Sultan Hamengku Buwono IX kepada suatu barisan defile yang terdiri dari para Pramuka di Jakarta dan dibawa berkeliling kota.
Maka pada 14 Agustus itulah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka dari dirayakan seluruh Pramuka setiap tahunnya.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sejarah-hari-pramuka-14.jpg)