Jumat, 5 Juni 2026

Hari Kedua Kunjungan Kerja di Sumatera Utara, Puan Canangkan Program Dua Kali Tanam-Panen di Toba

Ketua DPR RI Puan Maharani mengawali kunjungan kerja hari keduanya di Sumatera Utara dengan menabur bibit padi di Kabupaten Toba.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
ist
Ketua DPR RI Puan Maharani saat menabur bibit padi di Kabupaten Toba  Sumatera Utara, Jumat (2/9/2022) 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengawali kunjungan kerja hari keduanya di Sumatera Utara dengan menabur bibit padi di Kabupaten Toba.

Penaburan bibit padi dilakukan Puan sekaligus untuk meresmikan Program Dua Kali Tanam-Dua Kali Panen untuk mendorong ketahanan pangan di Indonesia.

Kehadiran Puan di Kabupaten Toba, Jumat (2/9/2022), mendapat sambutan dari warga. Sepanjang jalan menuju lokasi, masyarakat menyambut kedatangan Puan sambil bernyanyi.

Baca juga: Puan akan Temui Airlangga Hartarto dan Prabowo, Hasto Beri Bocoran Materi yang Dibahas

Puan yang datang didampingi Ketua Komisi V DPR Lasarus dan Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti itu melakukan penaburan benih padi di Desa Baruara, Kecamatan Balige, Toba.

Mengenakan penutup kepala ulos, Puan menabur benih bersama 10 petani setempat. Sesekali tampak petani perempuan membantu Puan membetulkan ulosnya.

Penaburan benih tersebut sebagai tanda dimulainya program dua kali tanam-dua kali panen.

Selesai menebar benih padi, Puan lalu berpindah ke lahan jagung yang berjarak sekitar 1 km dari persawahan.

Dia menanam jagung sambil berbincang akrab dengan para petani yang menemaninya. Rencananya ada 10 ribu hektar lahan yang akan ditanami jagung di lokasi tersebut. Puan kemudian berbincang dengan warga dan para petani usai menanam jagung.

“Pangan adalah soal hidup matinya sebuah bangsa. Maka ketahanan pangan Indonesia adalah sebuah keharusan,” kata Puan dalam sambutannya, Jumat (2/9/2022).

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengatakan, ketahanan pangan tidak boleh hanya menjadi sekadar pemanis bibi saja.

Menurutnya, ketahanan pangan harus menjadi sebuah kenyataan hidu untuk kemajuan Indonesia dan kesejahteraan rakyat.

“Karenanya inovasi harus dihadirkan dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produksi. Seperti program 2 Kali Tanam, 2 Kali Panen yang kita canangkan hari ini,” kata dia.

“Biasanya kan kita mengikuti siklus lama. Yang namanya panen ya setahun sekali, lalu sudah. Nah, sekarang kita lakukan inovasi, kita buat terobosan dengan 2 Kali Tanam, 2 Kali Panen,” imbuh Puan.

Dengan begitu, menurut mantan Menko PMK itu, produktivitas pertanian pun akan meningkat.

"Harapannya, pemasukam serta kesejahteraan petani juga meningkat, mengingat pentingnya sektor pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, maka menjadi perhatian DPR RI tentang beberapa masalah yang masih dihadapi di sektor ini,” ucapnya.

Puan menyebut bahwa telah banyak dia tampung berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari persoalan bibit, pupuk, alat-alat, penjualan, dan sebagainya. Hal tersebut ia dapat setelah berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Kunjungi Sumatera Utara, Puan Didoakan Inang-Inang di Toba Jadi Pemimpin Indonesia

“DPR RI secara konsisten menyerap aspirasi petani di berbagai daerah, yang kemudian kami perjuangkan dalam berbagai rapat kerja dengan Pemerintah di gedung DPR RI dalam ruang lingkup fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR RI,” tutur Puan.

“Namun tentu DPR-RI tidak bisa bekerja sendiri perlu gotong royong dengan Pemerintah Daerah, tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten/Kota jika kita ingin mewujudkan kesejahteraan petan, mewujudkan ketahanan pangan Indonesia,” sambung cucu proklamator RI Bung Karno itu.

Puan lantas berpesan agar program Dua Kali-Kali Tanam agar terus terus dipantau tahapannya.

“Jangan dicanangkan lalu ditinggalkan, harus digelorakan setelah dicanangkan. Semoga program Dua Kali Tanam-Dua Kali Panen bermanfaat untuk petani, rakyat, dan Indonesia,” ujar Puan.

Bupati Toba, Poltak Sitorus yang ikut mendampingi Puan secara khusus meminta DPR ikut membantu wilayahnya mengatasi kelangkaan pupuk.

Dia juga berharap ada dukungan untuk program pupuk organik daripada pupuk kimia.

“Kalau soal pupuk organik, coba nanti kita pikirkan agar di Tapanuli Raya ini ada pabrik pengolahan pupuk organik,” kata Puan.

Legislator dari Dapil Jawa Tengah V ini kemudian menyoroti soal penanaman jagung di Toba yang masih dilakukan dengan cara manual.

Saat berbincang dengan Puan, petani setempat juga mengatakan belum pernah menanam jagung dengan mesin.

“Saya pernah tanam jagung di Papua sama presiden, tapi pakai mesin (harvest). Kalau di sini manual, harus jongkok,” ucap Puan.

“Sebenarnya bisa bu, tapi tidak ada alatnya,” timpal salah seorang petani.

Baca juga: Safari Politik PDIP, Puan Maharani Akan Bahas Hal Ini Saat Bertemu Airlangga dan Prabowo

Puan berjanji akan membantu pengadaan mesin penanam jagung di Toba.

Di sisi lain, Bupati Toba Poltak Sitorus mengeluhkan jalan provinsi sepanjang 190 km yang 70 persen di antaranya rusak. Dis berharap DPR dapat membantu agar ada perbaikan jalan rusak di Toba.

"Karena ini memicu inflasi, harga-harga jadi naik karena transportasi susah,” kata Poltak.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved