Doni Monardo: Budaya Menjaga Alam Harus Jadi Perilaku, Bukan Sekedar Slogan

Mantan Kepala BNPB Doni Monardo mengajak mahasiswa untuk menjadi teladan dalam menjaga alam.

Penulis: Fahdi Fahlevi
ist
Mantan Kepala BNPB Doni Monardo saat menjadi pembicara dalam Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Krisnadwipayana, Bekasi, Jawa Barat. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala BNPB Doni Monardo mengajak mahasiswa untuk menjadi teladan dalam menjaga alam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Doni saat menjadi pembicara dalam Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Krisnadwipayana, Bekasi, Jawa Barat.

"Budaya menjaga alam harus jadi perilaku, bukan sekedar slogan," kata Doni melalui keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Inspeksi Doni Monardo di Malam Hari, Belajar Merawat Alam dari NHM

Bagi Doni, generasi muda adalah tumpuan bangsa menuju tata kehidupan yang lebih adil dan makmur.

Doni menekankan tujuan mencetak Indonesia Emas 2045 jangan sampai mengabaikan budaya merawat alam.

"Indonesia emas akan menjadi Indonesia cemas jika alam negeri kita rusak,” kata Doni.

Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) itu mengingatkan dampak kerusakan lingkungan adalah ancaman nyata yang dihadapi generasi sekarang.

Menurut Doni, hampir semua sungai tercemar.

"Bayangkan, jika padi mengandung logam berat akibat air yang tercemar. Bahkan, tidak sedikit ikan di sungai mengandung mercuri dan formalin. Padahal, untuk mewujudkan manusia berkualitas tidak cukup dari bangku sekolah atau bangku kuliah saja. Manusia berkualitas juga ditentukan oleh asupan gizi, makan dan minum yang bebas racun, serta udara yang bersih dari polusi,” jelas Doni.

Menurut Doni, generasi muda dihadapkan pada ancaman nyata yang menghadang di depan mata.

Ancaman bisa berupa potensi dan yang sudah terjadi. Disebut potensi ancaman, antara lain terjadinya perang atau konflik antarnegara

Baca juga: Kisah Doni Monardo Melakukan Pembibitan Pohon, dari Istana ke Bukit Asam

Sebaliknya, ada ancaman nyata yang sudah dan sedang kita hadapi.

“Ancaman nyata itu adalah, climate change dan atau kerusakan lingkungan," kata Doni.

Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tahun 2021 terjadi 5.402 bencana sepanjang tahun. Sedangkan, hingga Agustus tahun 2022 sudah terjadi 1.926 bencana.

Hampir semua bencana diakibatkan oleh kerusakan alam dan perbuatan manusia.

Di akhir acara, Doni menyingung prinsip-prinsip demokrasi (kedaulatan di tangan rakyat).

Selain demokrasi, Doni menitipkan pula pesan idealisme yang lain, yakni ecocracy (kedaulatan lingkungan hidup).

“Ecocracy merupakan gagasan yang tak jauh beda dengan paham-paham lain yang sudah dikenal sebelumnya. Misalnya, teokrasi (kedaulatan Tuhan), demokrasi (kedaulatan rakyat), nomokrasi (kedaulatan hukum),” pungkas Doni.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved