Kamis, 4 Juni 2026

Polisi Tembak Polisi

Kasus Ferdy Sambo, Irma Hutabarat: Keluarga Brigadir J Menderita, Ingin Kasus Diungkap Secara Jelas

Keluarga Brigadir J berharap kasus penembakan yang didalangi Ferdy Sambo bisa dibuka secara jelas. Keluarga Brigadir J disebut sudah menderita.

Tayang:
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO - Ist
(Kiri) Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi. (Kanan) Aktivis Srikandi Indonesia sekaligus Ketua Komunitas Civil Society Indonesia, Irma Hutabarat. Irma Hutabarat memberikan tanggapannya terkait perjalanan kasus tewasnya Brigadir J yang sudah berjalan dua bulan hingga Kamis (8/9/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Aktivis Srikandi Indonesia sekaligus Ketua Komunitas Civil Society Indonesia, Irma Hutabarat, mengungkapkan harapan keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J setelah dua bulan sudah kasus ini berjalan.

Irma Hutabarat menyebut keluarga Brigadir J ingin agar kasus pembunuhan yang diduga didalangi oleh eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, bisa diungkap secara jelas.

Ibunda Brigadir J sangat berharap kasus tewasnya sang anak bisa dibuka secara transparan.

"Sebagai seorang ibu, dia ingin tahu kenapa anaknya dibunuh, di mana dan bagaimana, ya, membuat setidaknya bisa memahami bahwa pembunuhan ini dilakukan dengan jelas, yang sampai hari ini dia masih belum tahu," ungkap Irma Hutabarat saat menjadi narasumber talkshow Overview Tribunnews dengan tema "Menebak Ujung Kasus Sambo", Kamis (8/9/2022).

Irma yang sama-sama memiliki marga Hutabarat dengan Brigadir J ini mengatakan, keluarga Yosua juga ingin agar tak ada lagi fitnah ditujukan kepada Yosua. 

"Harapan keluarga itu bukan hanya (kasus) anaknya diungkap, tapi berhentilah semua fitnahan-fitnahan ini (pelecehan seksual), terakhir mereka bilang kalau ada bukti silahkan, tapi kan tidak ada bukti," ujarnya.

Baca juga: Jadi Saksi, Keluarga Brigadir J Diperiksa soal Laporan Palsu Pelecehan Seksual Putri Candrawathi

Herankan Sikap Komnas Perempuan

Lebih lanjut, Irma Hutabarat mengaku heran Komnas HAM dan Komnas Perempuan terkesan memberikan pembelaan terhadap tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, ketimbang membela dan memberi perhatian pada keluarga korban.

Setelah menerima kenyataan pedih Brigadir J tewas ditembak atasannya, pihak keluarga semakin menderita atas fitnah pelecehan seksual yang dilayangkan kepada Yosua.

Diketahui, Komnas Perempuan kembali merekomendasikan Polri untuk mendalami lagi dugaan pemerkosaan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Padahal, pihak kepolisian sudah menyebut tidak ada bukti pelecehan seksual maupun pengancaman dengan senjata api, alias sudah keluar Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Baca juga: Sentil Komnas Perempuan Bela Istri Ferdy Sambo, Irma Hutabarat: Ibu Brigadir J Juga Perempuan

"Saya melihat Komnas HAM tidak membela korban, tapi dia membela pelaku, Komnas Perempuan juga."

"Dia (Komnas Perempuan) membela Putri, kalau mau bicara perempuan, ibunya Yosua itu juga perempuan, dan dia patut dibela," tegasnya.

Aktivis Srikandi Indonesia sekaligus Ketua Komunitas Civil Society Indonesia, Irma Hutabarat.
Aktivis Srikandi Indonesia sekaligus Ketua Komunitas Civil Society Indonesia, Irma Hutabarat. (Tribunnewswiki)

Irma Hutabarat lagi-lagi menekankan, ibunda Brigadir J patut juga mendapat perhatian.

"Apakah dia depresi, apakah mengalami guncangan batin, guncangan jiwa, tidak pernah ada dari komisi manapun yang memberikan (perhatian) kepada korban," ungkapnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved