Wakil Ketua MPR Minta Mahasiswa UMJ Gali Potensi Diri untuk Mencerdaskan Masyarakat

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengajak mahasiswa UMJ untuk memaksimalkan potensi diri. Mereka nantinya akan mencerdaskan kehidupan bangsa dan umat

IST
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UMJ 2022 di Plaza FISIP UMJ. Pada kesempatan tersebut Hidayat Nur Wahid mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk memaksimalkan potensi diri karena nantinya mereka akan mencerdaskan kehidupan bangsa dan umat. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk memaksimalkan potensi diri.

Menurut Hidayat, para mahasiswa adalah anak muda yang nantinya akan mencerdaskan kehidupan bangsa dan umat.

"Maksimalkan potensi yang ada, diri anda, waktu anda, usia anda, dan potensi yang ada di UMJ. Itulah sumbangsih yang bisa mulai dibentuk untuk bangsa, negara, dan umat. Selanjutnya, untuk mencerdaskan mereka (masyarakat)," ujar Hidayat melalui keterangan tertulis, Rabu (14/9/2022).

Hal tersebut diungkapkan oleh Hidayat dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UMJ 2022 di Plaza FISIP UMJ.

Para mahasiswa, menurut Hidayat, kan melanjutkan tonggak kepemimpinan bangsa.

"Bangsa dan negara ini menunggu anak bangsa dan generasi pelanjut. Tidak terbuai istilah keren seperti generasi milenial, Y, Z, dan Alpha, yang kemudian jadi alpa (lupa) dengan hakikat dan jati diri yang harus dilakukan," ucap Hidayat.

Baca juga: Difabel Tuli Bisa Dapat Beasiswa Sekolah Film, Begini Caranya

Hidayat menyebutkan prestasi UMJ yang diraih melalui berbagai kejuaraan dan/atau penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

"Memberikan bukti bahwa di kampus (UMJ) ini bisa menghasilkan juara-juara di tingkat nasional maupun internasional, dalam jumlah yang sangat besar dan konsisten di sepanjang waktu. Itu artinya, selamat untuk anak-anakku semuanya," tutur Hidayat.

Sementara itu, Rektor UMJ Ma'mun Murod mengajak para mahasiswa untuk aktif di kegiatan kampus.

"Saya berharap maba 2022 tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), tapi adik-adik harus menjadi mahasiswa yang aktif yaitu menjadi aktivis," ungkap Ma'mun.

"Aktivis sesungguhnya itu, Indeks Prestasi Kumulatif-nya bagus dengan beragam kegiatan di kampus, tetapi jika ada aktivis yang aktif dalam kegiatan kampus namun IPK di bawah 2,5 itu adalah aktivis gadungan," tambah Ma'mun.

Baca juga: Pimpinan MPR: Repatriasi Prasasti Pucangan Bagian Upaya Penanaman Nilai-nilai Kebangsaan

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa tauhid, ilmu, dan amal menjadi kunci gerakan inklusif.

"Ada tiga senjata untuk menjadi gerakan inklusif dan/atau berkemajuan bagi anak-anak Muhammadiyah khususnya IMM, yaitu pertama, tauhid yang murni, kedua ilmunya tinggi, dan ketiga amalnya banyak," jelas Dahnil.

Seperti diketahui, kegiatan ini dikhususkan untuk pengenalan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah yang ada di lingkungan UMJ.

Pengenalan Ortom Muhammadiyah UMJ disebut dengan Mastama yakni Masa Ta’aruf Mahasiswa.

Organisasi otonom Muhammadiyah yang terlibat di antaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved