Marak Serangan Hacker, PAN: Pemerintah Tak Boleh Anggap Ini Masalah Sepele

Ahmad Rizki Sadig mengatakan apa yang terjadi belakangan tak boleh dianggap sepele oleh pemerintah Indonesia.

Editor: Daryono
Foto Mainichi
Ilustrasi peretas - Anggota Komisi I DPR RI Ahmad Rizki Sadig mengatakan serangan hacker tak boleh dianggap sepele. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serangkaian aksi hacker belakangan ini jadi topik yang diperbincangkan. Pasalnya para hacker tersebut mengklaim mampu membobol keamanan data kementerian/lembaga dan menjualnya di forum internet.

Anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PAN, Ahmad Rizki Sadig mengatakan apa yang terjadi belakangan tak boleh dianggap sepele oleh pemerintah Indonesia.

Sebab data - data pribadi yang dikelola pemerintah wajib dilindungi. Apalagi saat ini merupakan era perkembangan teknologi di mana Indonesia jadi negara dengan pengguna masif platform transaksi jual beli dan pelayanan publik.

"Aksi hacker yang terjadi belakangan ini tentu tak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Data-data yang bersifat pribadi harus dilindungi," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

"Mulai dari pelayanan pemerintah seperti BPJS, perpanjang paspor, layanan publik lainnya hingga transaksi jual beli di marketplace," terangnya.

Baca juga: Polri Buka Peluang Jalin Kerja Sama dengan Negara Lain Cari Keberadaan Hacker Bjorka

Ketua DPW PAN Jawa Timur ini mengatakan jika data pribadi seseorang bisa diretas, maka akibatnya bisa fatal. Data -data yang terkoneksi ke berbagai aplikasi dan platform berpotensi juga bisa tercuri.

"Sekarang zamannya media yang terkoneksi dan terkonvergensi. Semua saling terhubung. Satu email diretas saja, sangat bisa terjadi penguasaan akun yang kita punya. Tentu kita tidak ingin terjadi," tambah Rizki.

Sehingga kata dia, perkembangan teknologi informasi yang pesat juga menuntut kesiapan untuk menghadapi berbagai ancaman.

"Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat pesat juga menuntut kesiapan kita akan berbagai ancaman," tutupnya.(*)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved