Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo

Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo Murni Kelalaian, Komisi III DPR: Jangan Sampai Terulang Lagi

Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi prihatin dan menyesalkan peristiwa terjadinya ledakan di asrama polisi Sukoharjo

Penulis: chaerul umam
Editor: Wahyu Aji
Ist/Tribunnews.com
Anggota komisi III DPR Andi Rio Padjalangi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi prihatin dan menyesalkan peristiwa terjadinya ledakan di asrama polisi Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Di mana dalam peristiwa itu diduga disebabkan dari sebuah paket yang dikirim oleh seseorang yang berasal dari Indramayu.

"Kepolisian harus lebih berhati hati, meskipun hanya bahan pembuat petasan. Jangan sampai hal itu terulang kembali di asrama atau tempat tempat aparat kepolisian bertugas ," kata Andi Rio, kepada Tribunnews, Senin (26/9/2022).

Legislator Partai Golkar itu berharap agar masyarakat sekitar dapat tenang dan tidak berspekulasi akibat peristiwa tersebut. 

Jangan sampai peristiwa itu menjadi persepsi bola liar dan di manfaatkan oleh oknum oknum yang ingin merusak suasana keamanan dan ketertiban masyarakat sekitar maupun secara nasional.

"Biarkan pihak yang berwenang untuk memberikan informasi mengenai motif, dalam hal ini aparat penegak hukum yaitu institusi kepolisian yang memiliki kewenangan secara resmi. Sehingga, masyarakat dapat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi," ucapnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu mendorong agar pos penjagaan dan pengecekan dapat lebih dimaksimalkan dengan menempatkan alat alat khusus dalam melakukan pengecekan.

Hal itu guna memberikan rasa aman dan nyaman personel dan tidak ada lagi aparat kepolisian yang mengalami korban luka.

"Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan oleh institusi polri, Sehingga dapat lebih memudahkan dan memberikan keamanan terhadap aparat kepolisian yang bertugas kedepannya," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo, Jawa Tengah bukan ancaman teror.

Baca juga: Garis Polisi Terpasang, Begini Suasana Terkini Asrama Polisi di Sukoharjo Usai Ledakan Semalam

Luthfi menyebut paket yang berisi bahan petasan itu meledak karena kelalaian anggotanya.

"Saya pastikan bahwa ledakan di wilayah kita, di daerah Sukoharjo, tidak ada unsur teror. Hanya kelalaian anggota yang menyebabkan bahan itu meledak," kata Luthfi dalam konferensi pers, Minggu (25/9/2022) malam.

Dalam paket tersebut, lanjut Luthfi, ditemukan bubuk hitam yang diduga bahan petasan sebanyak 2 kantong plastik ukuran 1 ons, 4 bungkus plastik kosong, dan sisanya residu. Ada pula ditemukan sumbu petasan.

Adapun paket berisi bahan peledak itu diketahui dipesan dari sebuah CV di Indramayu, Jawa Barat, untuk mengusir tikus di Klaten, Jawa Tengah, pada April 2021.

Paket itu itu belakangan terkena razia anggota kepolisian. Satu dari pelaksana operasi razia kala itu adalah polisi yang menjadi korban luka ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo tersebut.

"Benar anggota kita yang jadi korban pernah melakukan razia satu tahun yang lalu terkait paket pesanan online namanya bubuk hitam yang diduga petasan yang di CV itu disebutkan untuk sebagai bahan pengusir tikus di wilayah Klaten. Artinya saya pastikan, ledakan di Sukoharjo tidak ada unsur teror hanya diduga kelalaian anggota," ungkapnya.

Nantinya, lanjut Luthfi, anggota yang melakukan kelalaian tersebut akan diperiksa jika sudah sembuh dari perawatannya.

Baca juga: Kapolda Jawa Tengah: Paket Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo Bahan Petasan untuk Mengusir Tikus

Untuk pengiriman paket yakni berinisial S sudah diamankan untuk diperiksa di Polres Indramayu. Sementara A selaku penerima paket telah diamankan di Polresta Surakarta. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved