Koalisi Partai Politik

Dibayangi Isu Berpisah PKB Tegaskan Solid dengan Gerindra: Kami Tak Mikir untuk Bercerai

Jazilul Fawaid, menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana atau bayangan untuk berpisah dengan rekan koalisinya kini, yakni Gerindra.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ist
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana atau bayangan untuk berpisah dengan rekan koalisinya kini, yakni Gerindra. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana atau bayangan untuk berpisah dengan rekan koalisinya kini, yakni Gerindra.

Hal tersebut merespons sejumlah isu yang menyebut bahwa jika Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bakal maju di Pilpres, PKB akan mencari komposisi baru.

"Jadi ketika PKB bergandeng dengan Gerindra membangun koalisi, PKB tidak punya bayangan untuk bercerai. Kita ingin membangun kekuatan sampai menang," kata Gus Jazil, sapaan karibnya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Gus Jazil memahami bahwa dalam politik menjelang Pilpres 2024, akan ada banyak simulasi atau isu yang memasangkan tokoh satu dengan lainnya, tak terkecuali Prabowo dan Ganjar.

"Buat kami masih dalam prinsip itu. Kita membangun koalisi yang serius, tidak mikir bercerai karena kalau dalam Islam perceraian itu sesuatu yang sangat dibenci Allah. Jadi kalau sampai bercerai kami dengan Gerindra, ah enggak bagus itu," kata dia.

Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan bahwa PKB sama sekali tak terganggu dengan isu yang ada selama ini.

Dia kembali mengingatkan soal pakta deklarasi yang ditandatangani keduanya saat deklarasi.

"Bahwa capres itu dibicarakan Pak Prabowo dan Gus Muhaimin, dan sampai hari ini belum ada pembicaraan terkait dengan Pak Ganjar," pungkasnya.

Sebelumnya,Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut bakal membuat komposisi baru bila mana Prabowo Subianto berpasangan dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

"Saya bikin komposisi lain (jika Prabowo-Ganjar berduet)," kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Sayangnya terkait kemungkinan komposisi baru itu Ketua Umum PKB tersebut masih enggan bocorkan komposisi yang dimaksud.

Baca juga: Wasekjen PKB: Fatsun Politik PKB Tak Pernah Berpaling dari Koalisi, Kecuali Jika Hal Ini Terjadi

Adapun perihal deklarasi capres dan cawapres dari koalisi Gerindra-PKB saat ini dikatakan masih menunggu tuntasnya diskusi kedua belah pihak.

"Ya pokoknya kita harus menentukan pilihan di momentum yang tepat dan diskusinya belum tuntas. Kita internal berdua belum sepakat untuk satu nama capres," sambungnya.

Wakil Ketua DPR itu juga mengatakan kendala dari kedua partai koalisi tersebut karena masing-masing masih menginginkan jadi calon presiden.

"Ya betul karena saya dimandatkan Muktamar PKB untuk capres bukan cawapres," ungkapnya.

Kemudian terkait kemungkinan mengubah hasil Muktamar PKB dikatakan Cak Imin harus bikin muktamar baru.

"Ya kalau nanti negosiasi terjadi perkembangan, baru saya bikin muktamar untuk mengubah," tutupnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved