Pergantian Panglima TNI

5 Masalah yang Wajib Diselesaikan Yudo jika Jadi Panglima TNI: soal Alutsista hingga Netralitas

Berikut lima masalah yang wajib diselesaikan Yudo Margono jika terpilih menjadi Panglima TNI yaitu soal modernisasi alutsista hingga netralitas.

Dokumentasi Ronin Barokah
Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Berikut lima masalah yang wajib diselesaikan Yudo Margono jika terpilih menjadi Panglima TNI yaitu soal modernisasi alutsista hingga netralitas. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat militer, Khairul Fahmi menjelaskan setidaknya ada lima hal yang wajib menjadi prioritas untuk diselesaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono jika menjabat Panglima TNI.

Sebagai informasi, jika Yudo terpilih menjadi Panglima TNI, maka dirinya hanya akan menjabat selama 11 bulan dan setelah itu memasuki masa pensiun.

Untuk hal pertama adalah pemantapan interoperabilitas matra melalui penguatan peran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan).

Kedua, adanya peremajaan dan modernisasi alutsista yang dimiliki oleh seluruh matra.

"Dukungan terhadap upaya peremajaan dan modernisasi alutsista termasuk soal pemeliharaan, penggunaan, dan keselamatan pengguna," kata Khairul melalui keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Kamis (1/12/2022).

Ketiga, penuntasan deretan masalah kekerasan yang dilakukan prajurit baik di lingkungan TNI, masyarakat, maupun daerah rawan dan wilayah konflik.

Baca juga: Laksamana Yudo Jadi Calon Panglima TNI, Mahfud MD Yakin Pilihan Presiden Penuhi Syarat dan Mampu

Keempat, pengkoreksian terkait penugasan anggota TNI yang dianggap kurang relevan dengan tugas dan fungsi dari alat negara bersemboyan Tri Dharma Eka Karma tersebut.

"Keempat, (pengkoresian terkait) pelibatan dan tugas perbantuan TNI dalam hal-hal yang kurang relevan dengan tugas pokok dan fungsi TNI serta tidak memiliki alas hukum yang kuat. Semisal yang sedang banyak dipersoalkan seperti pengamanan gedung Mahkamah Agung itu," jelas Khairul.

Terakhir yaitu komitmen dan penghormatan TNI terhadap prinsip-prinsip netralitas, HAM, demokrasi, dan supremasi sipil.

"Termasuk dalam hal pengawasan parlemen. Kita tidak ingin di masa depan terjadi lagi reaksi berlebihan atas kerja-kerja pengawasan DPR," ujar Khairul.

Selain itu, Khairul juga melihat ada hal lain yang perlu diperhatikan pula jika Yudo menjabat sebagai TNI yaitu soal Papua, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga kesejahteraan prajurit.

"(Ketika Yudo menjabat Panglima TNI) akan menangani sejumlah tantangan besar warisan, seperti isu dinamika lingkungan strategis, soal Papua dan IKN, juga menyangkut pengembangan organisasi, soal moral, kompetensi, dan kesejahteraan prajurit," katanya.

Baca juga: Analis Militer Ungkap 3 PR Laksamana Yudo Margono untuk Wujudkan Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia

Sebelumnya, Yudo telah diusulkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan memasuki pensiun pada 21 Desember 2022 mendatang.

Penunjukan itu pun juga telah diumumkan oleh Ketua DPR, Puan Maharani lewat Surat Presiden (Surpres) dari Jokowi pada Senin (28/11/2022).

"Nama yang diusulkan oleh Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa SE.MA.Msc adalah Laksamana TNI Yudo Margono SE.MM, Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL yang menjabat saat ini," kata Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Gedung Parlemen, Senayan, Senin (28/11/2022).

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Artikel lain terkait Pergantian Panglima TNI

Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved