Calon Panglima TNI

3 Pangkogabwilhan dan Wakasal Duduk di Belakang Laksamana Yudo Margono Fit And Proper Test di DPR

Sebelum fit and proper test dimulai, ketiganya tampak berbincang dengan Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono di ruang rapat Komisi I DPR RI.

Penulis: Gita Irawan
Tribunnews.com/Gita
Tiga Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Wakasal mendampingi calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjalani fit and proper test di Gedung Nusantara 2 Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Jumat (2/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan mendampingi calon Panglima TNI dan Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mendampingi Laksamana Yudo Margono menjalani fit and proper test di Gedung Nusantara 2 Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Jumat (2/12/2022).

Tiga orang itu yakni Pangkogabwilhan I Laksamana Madya Muhammad Ali, Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra, dan Letjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Sebelum fit and proper test dimulai, ketiganya tampak berbincang dengan Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono di ruang rapat Komisi I DPR RI.

Baca juga: Salam Komando Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Antar Uji Kelayakan Calon Panglima TNI di DPR

Setelah rapat tersebut dimulai, ketiganya bersama Wakasal duduk di belakang Yudo.

Kogabwilhan sendiri merupakan satuan yang relatif baru diresmikan.

Panglima TNI saat itu Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin upacara peresmian Kogabwilhan TNI I, II, III, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat (27/9/2019).

Saat itu, Yudo yang masih bintang dua (Laksda) ditunjuk menduduki jabatan Panglima Kogabwilhan I dan naik pangkat menjadi bintang tiga (Laksamana Madya).

Wilayah operasi yang menjadi tanggung jawab Yudo saat itu di darat yakni Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat dan Banten.

Di laut yakni Perairan di sekitar Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat, Banten dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya.

Sedangkan di udara yakni wilayah di atas Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat, Banten dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya.

Saat itu, Panglima TNI mengatakan ketiga satuan tersebut secara prinsip diarahkan untuk mencapai kesiapsiagaan dalam penanganan krisis di wilayah Indonesia dengan membagi teritorial Indonesia ke dalam tiga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) TNI.

Pembentukan Kogabwilhan tersebut ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 27 tahun 2019 tentang Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Peningkatan Status 23 Komando Resort Militer dari Tipe B menjadi Tipe A.

Kogabwilhan disebut-sebut sebagai representasi konsep kemampuan interoperabilitas TNI yang saat ini menjadi kebijakan prioritas bagi pimpinan TNI.

Sebagai Kotamaops TNI, Kogabwilhan bertugas sebagai penindak awal apabila terjadi konflik di wilayahnya baik untuk Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan sebagai kekuatan penangkal bila terjadi ancaman dari luar sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

Foto: Tribunnews.com/Gita Irawan

Tiga Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Wakasal mendampingi calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjalani fit and proper test di Gedung Nusantara 2 Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Jumat (2/12/2022).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved