Polisi Tembak Polisi

Hakim Tolak Permintaan Putri Candrawathi Agar Sidang Dilakukan Tertutup, Ini Alasannya

Arman Hanis menjelaskan alasan dari kliennya tersebut mengusulkan sidang tertutup karena ada perkara yang bersinggungan dengan pelecehan seksual

Editor: Erik S
WARTA KOTA/YULIANTO
Majelis hakim menolak menggelar sidang tertutup saat memeriksa terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Majelis hakim menolak menggelar sidang tertutup saat memeriksa terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi.

Putri Candrawathi sempat melontarkan usulan agar diperiksa dalam sidang tertutup pada Rabu (7/12/2022).

Baca juga: Putri Candrawathi Minta Tiga Kali Persidangan untuk Hadirkan Saksi Meringankan

Melalui kuasa hukumnya, Arman Hanis menjelaskan alasan dari kliennya tersebut mengusulkan sidang tertutup karena ada perkara yang bersinggungan dengan dugaan tindak kekerasan seksual.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Arman dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (6/12/2022).

"Pada 27 Oktober 2022 kami mengajukan permohonan kepada Yang Mulia Majelis Hakim dan kami tindak lanjuti 6 Desember terkait permohonan agar pemeriksaan Ibu Putri sebagai saksi maupun terdakwa dapat dilakukan secara tertutup, Yang Mulia. Karena menyangkut tindakan kekerasan seksual," pinta Arman dalam persidangan yang dikutip dari laporan tim jurnalis Kompas TV.

Namun, Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso dengan tegas menolak mengabulkan permintaan dari pihak Putri Candrawathi tersebut.

Menurutnya dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Putri Candrawathi adalah pembunuhan berencana, bukannya pelecehan seksual.

"Kami tidak bisa mengabulkan karena terdakwa didakwa oleh JPU dengan tindak pidana pembunuhan berencana dan bukan asusila. Bahwa dalam tindak pidana tersebut ada asusila, itu merupakan kebetulan," tutur hakim menanggapi permintaan tersebut.

Baca juga: Kuat Ma’ruf Akui yang Dimaksud ‘Duri dalam Rumah Tangga’ Ferdy Sambo dan Putri adalah Brigadir J

Arman lantas membalas alasan hakim dengan aturan pedoman terkait pengadilan perkara perempuan sebagai saksi yang memberikan keterangan dalam sidang.

Ia mengatakan keterangan yang ada kaitannya dengan kekerasan seksual bisa diperiksa secara tertutup.

"Berdasarkan buku pedoman mengadili perkara perempuan berhadapan dengan hukum yang mulia yang disusun MK (Mahkamah Konstitusi), masyarakat pemantau keadilan indonesia, dan fakultas hukum UI yang diterbitkan 2017," papar Arman.

Baca juga: Putri Candrawathi Menangis Saat Minta Maaf ke Senior Ferdy Sambo

"Kalau begitu kita ubah dulu, besok (hari ini-red) yang kita periksa adalah saudara Ferdy Sambo dulu. Baru hari Senin (12/12/2022) kita jadwalkan untuk Putri Candrawathi," lanjut Wahyu Imam Santosa.

Majelis hakim kemudian meminta JPU untuk menghadirkan Kepala Biro (Kabiro) Provos Brigadir Jenderal Benny Ali sebagai saksi untuk tiga terdakwa yakni Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf

Berita ini telah tayang di Kompas.tv berjudul: Saat Putri Candrawathi Minta Sidang Dilakukan Tertutup, Hakim Langsung Beri Jawaban Menohok

Sumber: Kompas TV
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved