Sabtu, 9 Mei 2026

Gaya Hidup Pejabat

Ada Geng ASN Tajir di Kemenkeu, Disebut Paham Cara Samarkan Harta agar Tidak Mencurigakan

KPK mendapat informasi soal adanya geng ASN tajir di Kementerian Keuangan. Geng itu disebut tahu cara menyamarkan harta kekayaan.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/3/2023). Selain Rafael Alun, KPK juga tengah menyelidiki soal dugaan adanya geng ASN tajir di lingkup Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

TRIBUNNEWS.com - Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, mengatakan pihaknya mendapat informasi soal adanya geng Aparatur Sipil Negara (ASN) tajir di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pahala mengungkapkan, geng ASN tajir di Kemenkeu ini tahu cara menyamarkan harta kekayaan mereka supaya tidak mencurigakan.

Karena itu, Pahala mengatakan pemeriksaan terhadap geng tajir tersebut bukan perkara yang mudah.

Pasalnya, ujar Pahala, orang-orang Kemenkeu adalah orang yang paham soal keuangan.

"Sekali lagi ini bukan sederhana, sulit pasti, ini kan orang keuangan benar. Dia tahu banget gimana cara ke sana kemari."

"Jadi kita ingin polanya dulu dapat baru ke yang lain," ungkap Pahala Nainggolan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (1/3/2023).

Baca juga: Buntut Kasus ASN Tajir Rafael Alun Trisambodo, PP KAMMI Desak Reformasi Total di Kemenkeu

Lebih lanjut, Pahala menekankan, sangat penting untuk mencari tahu pola keuangan para geng ASN tajir tersebut.

Hal ini untuk mengetahui bagaimana para 'anggota' geng tersebut saling terhubung dan mendapat penambahan harta.

"Penting untuk cari tahu polanya, seperti PPATK sebut menggunakan perantara."

"Melalui PT, dan sebagainya. Ini yang kami ingin dapatkan polanya," urainya.

Menanggapi pernyataan KPK soal geng ASN tajir di Kemenkeu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengaku juga mendengarnya.

Meski demikian, Suahasil enggan membeberkan secara rinci soal geng tersebut.

"Soal geng-gengan yang saya dengar hanya hartanya," kata Suahasil, Rabu.

Sebelumnya, mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo, telah dimintai klarifikasi soal harta kekayaan oleh KPK, Rabu.

Klarifikasi ini dilakukan buntut kasus anak Rafael, Mario Dandy Satriyo (20), menganiaya putra petinggi GP Ansor, David (17).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved