Perpusnas: Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Bantu Pemulihan Pascapandemi
Ofy Sofiana, mengatakan perpustakaan dituntut untuk memiliki inovasi, kreativitas, rancangan dan interaktivitas, serta perubahan pola pikir.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan memperkuat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) untuk dijadikan sebagai solusi dalam pemulihan masyarakat pascapandemi Covid-19.
Sekretaris Utama Perpusnas, Ofy Sofiana, mengatakan perpustakaan dituntut untuk memiliki inovasi, kreativitas, rancangan dan interaktivitas, serta perubahan pola pikir.
"Karena di tahun ini kita sedang berupaya bangun dari dampak pandemi Covid-19, sehingga program TPBIS perlu dilakukan dalam rangka pemulihan masyarakat," ujar Ofy melalui keterangan tertulis, Minggu (5/3/2023).
Program TPBIS, kata Ofy, akan menjadi pokok bahasan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2023.
Rakornas 2023 mengusung tema 'Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Kesejahteraan, Solusi Cerdas Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi COVID-19'.
Ofy menjelaskan TPBIS yang diusung Perpusnas dinilai efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Program TPBIS dijalankan oleh Perpusnas dengan dukungan dari Bappenas RI sejak 2018.
Tujuannya, demi terciptanya masyarakat sejahtera melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Baca juga: Perpusnas: Perpustakaan Harus Mampu Membantu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
"Esensinya, TPBIS berupaya mengurangi kemiskinan masyarakat marginal melalui pendayagunaan perpustakaan umum di daerah di Indonesia," kata Ofy.
Ofy mengatakan program TPBIS ke depan harus bisa berkesinambungan memvalidasi bahwa keberadaan perpustakaan mampu menjadi sektor pendukung dalam pemulihan sektor ekonomi di Indonesia.
"Perpustakaan mampu menjadi sektor pendukung dalam pemulihan sektor ekonomi," tutur Ofy.
Ketua Panitia Rakornas, Joko Santoso, menerangkan konsep program TPBIS adalah merancang perpustakaan sebagai ruang publik terbuka sehingga tidak menyerupai ruang kantor.
Hal tersebut diharap dapat menggeser pola pikir lama publik tentang perpuskaan.
"Perpustakaan saat ini dapat dijadikan sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk berlatih secara kontekstual, berlatih keterampilan pun kecakapan dan berbagi pengalaman, sehingga buku-buku yang ada jenisnya harus praktis, pragmatis, dan tepat guna," jelas Joko.
Kisah Bripka Batias Yikwa Dirikan Rumah Baca untuk Anak-anak Papua di Kampung Baburia |
![]() |
---|
Viral! Mahasiswi UGM Ini Nangis Setelah Tahu Denda Buku Perpustakaan Capai Rp5 Juta |
![]() |
---|
AgenBRILink Permudah Petani di Kabupaten Gowa Akses Layanan Perbankan |
![]() |
---|
700 Peserta Hadiri Geybar Portadin 2025, Soroti Implementasi UU Disabilitas |
![]() |
---|
AgenBRILink jadi Andalan Masyarakat, Catat Volume Transaksi Rp843 Triliun dalam 6 Bulan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.