Pilpres 2024
Dugaan AS Cawe-cawe Pemilu 2024, Gubernur Lemhannas: Jika Operasinya Ada, Maka Sudah Patah
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto menanggapi dugaan intervensi atau cawe-cawe Amerika Serikat (AS) dalam Pemilu 2024 melalui Color Revolution
Revolusi warna tersebut kerap digunakan untuk menggambarkan operasi intelijen AS dalam membangun demokrasi liberal di negara lain, termasuk dengan menggulingkan rezim.
Baca juga: Daftar Lengkap Bantuan Senjata dan Amunisi Amerika Serikat ke Ukraina Buat Lawan Rusia
Banyak laporan menyebut, termasuk artikel Kedubes China di Indonesia, revolusi warna disiapkan CIA melalui National Endowment for Democracy (NED) untuk mempengaruhi Pemilu 2024.
NED sendiri adalah Non Goverment Organization (NGO) atau LSM swasta yang disinyalir mendapat pendanaan dari pemerintah AS dan disebut-sebut menjadi “front CIA” untuk melakukan revolusi warna.
Situs Kedubes China di Jakarta juga menyebut NED, sebagai salah satu “prajurit”, “sarung tangan putih” dan “pejuang demokrasi” utama pemerintah AS, menumbangkan pemerintah yang sah dan mengembangkan kekuatan boneka pro-AS di seluruh dunia atas nama “mempromosikan demokrasi”.
Disebutkan, NED beroperasi di lebih dari 100 negara dan menyalurkan lebih dari 2 riby hibah setiap tahun.
Organisasi itu juga disebut kerap memberikan hibah untuk membiayai revolusi di berbagai negara untuk mencapai tujuannya.
Dalam artikel berjudul "Leaked: CIA Front Preparing Color Revolution in Indonesia” yang dimuat mintpressnews.com, 6 September 2023, NED disebut tengah memperluas aliran dana hibahnya ke berbagai LSM, kelompok sipil penting, partai politik di Indonesia hingga kandidat untuk Pemilu 2024.
Artikel itu juga menuliskan bahwa dugaan "bermainnya" NED juga terungkap dalam laporan mingguan yang dikirim International Republican Institute (IRI) Indonesia ke kantor pusatnya di Washington pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2023.
Selain itu, disebutkan pula dugaan cawe-cawe AS terhadap pilpres.
Dalam artikel ditulis ada dokumen yang menujukkan pertemuan perwakilan IRI dengan pejabat tinggi Kedutaan Besar AS di Jakarta, Ted Meinhover.
Dalam pertemuan itu, Meinhover disebut menyampaikan kekhawatiran Washington soal elektabilitas Prabowo Subianto yang meningkat secara dramatis dan menyoroti soal elektabilitas Anies Baswedan yang menurun.
Di akhir laporannya, penulis artikel tersebut, Kit Klarenberg, mengatakan dari sudut pandang Washington penting memastikan terbentuknya pemerintahan yang patuh di Indonesia tidak dapat disepelekan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sby-beserta-jajaran-partai-demokrat-bertemu-ketua-umum-partai-gerindra-prabowo-subianto.jpg)