Sabtu, 9 Mei 2026

Sekber KIB Gelar Diskusi Publik dengan UMM Malang: Jangan Keliru Kelola BUMN

Sekretariat Bersama (Sekber) KIB (Kuning Ijo Biru) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur

Tayang:
Penulis: Erik S
Editor: Wahyu Aji
istimewa
Sekretariat Bersama (Sekber) KIB (Kuning Ijo Biru) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur menggelar diskusi publik bertajuk ” Berjuang,” Selasa (10/11/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Erik Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Sekretariat Bersama (Sekber) KIB (Kuning Ijo Biru) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur menggelar diskusi publik bertajuk ” Berjuang,” Selasa (10/11/2023).

Hadir sebagai narasumber Prof Anwar Sanusi yang 3 periode DPR PPP sekaligus ketua harian FKM.

Dalam paparannya, Ia mengatakan AR Baswedan atau kakek Anies Baswedan memiliki berkontribusi dengan diplomasinya ke luar negeri sehingga kemerdekaan RI mendapat pengakuan internasional.

Setelah 78 Indonesia merdeka, Anwar mengatakan cita cita kemerdekaan belum terwujud.

Anwar  menyoroti pengelolaan negara khususnya BUMN. BUMN yang seharusnya jadi penopang malah jadi beban karena sering disuntik APBN.

“Harusnya BUMN profesional. Jangan jadi sapi perah Pemerintah,” imbuh Anwar Sanusi.

Di tempat yang sama, Koordinator Sekber KIB Habil Marati mengatakan Muhammadiyah penerang dan berkontribusi besar di bidang sosial, pendidikan dan kesehatan.

“Maka mahasiswa UMM harus bangkit kritisi pengelolaan negara yang makin jauh dari kemerdekaan,” seru Habil di hadapan para mahasiswa

Lanjut Habil Marati, Negara dikelola amatiran sehingga utang jumbo, investasi yang ugal-ugalan mirip VOC, PSN yang untungkan oligarki.

“Semua ini harus ada perubahan,” tandas Habil.

Habil mengatakan Pemilu 2024 merupakan masa penentuan. Habil mengatakan Anies cocok dan memiliki track record teruji dalam membangun Jakarta.

"Jangan milih yang mau melanjutkan kesalahan rezim. Seperti Kasus Rempang yang digusur semena-mena untuk keuntungan Investor,” imbuhnya

Sementara itu, pemateri lainnya yakni mantan Komisioner KPK Saut Situmorang menyoroti makin memudarnya KPK era Firli Bahuri.

Saut mengatakan alih status KPK dari independen menjadi bagian eksekutif membuat penegakan antikorupsi menurun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved