Senin, 1 Juni 2026

Peringatan Hari Ibu, Hasto PDIP: Bung Karno Menegaskan Perempuan Jalan Peradaban Bangsa

Diskusi juga diisi oleh perwakilan mahasiswa, Dandi dari Universitas Nasional (Unas) yang bertajuk 'Gerakan Mahasiswa Masa Kini'.

Tayang:
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat ditemui awak media di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Jumat (22/12/2023). 

Di lokasi acara, juga disediakan spanduk putih yang bisa diisi dengan aspirasi kaum perempuan dalam memajukan dan perjuangan terhadap demorkasi di Indonesia.

Sebagai informasi, setiap tahunnya, DPP PDIP selalu menggelar peringatan Hari Ibu pada 22 Desember.

Hari Ibu merupakan momentum untuk mengenang perjuangan pergerakan perempuan dalam Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928 di Ndalem Joyodipuran, Yogyakarta. 

DPP PDIP dan GAMA '98 gelar diskusi publik dalam rangka memperingati Hari Ibu 2023, dengan tema 'Perempuan Jaga Demokrasi: Ibu (kembali) Bersuara Tegakkan Demokrasi' di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).
DPP PDIP dan GAMA '98 gelar diskusi publik dalam rangka memperingati Hari Ibu 2023, dengan tema 'Perempuan Jaga Demokrasi: Ibu (kembali) Bersuara Tegakkan Demokrasi' di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia)

Saat itu, ada sekitar 600 perempuan dan ibu yang berasal dari 30 organisasi perempuan di Jawa dan Sumatra yang berkumpul. 

Mereka mendiskusikan upaya untuk meningkatkan derajat dan kiprah perempuan dalam gerakan bangsa. Melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. 

Baca juga: Lestari Moerdijat: Negara Wajib Memenuhi Hak-Hak Perempuan di Lingkar HIV

Pada era Orde Baru, rezim Soeharto mereduksi hak-hak perempuan terutama hak-hak politiknya. Rezim ini mendirikan organisasi perempuan Dharma Wanita Persatuan yang bertugas mengontrol dan mengawasi kegiatan perempuan. 

Orde Baru mendiskriminasi pekerja perempuan dengan gaji yang jauh di bawah gaji laki-laki untuk pekerjaan yang sama. Sejumlah perempuan yang bersuara kritis dan berani membela hak-hak kaum perempuan berujung pada kematian tragis. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved