Sabtu, 2 Mei 2026

Taruna STIP Tewas Dianiaya

Putu Satria Sempat Curhat ke Pacar sebelum Tewas: Aku Dipukulin Terus, Sakit Dadaku

Taruna tingkat 1 STIP Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika (19), sempat curhat ke kekasihnya sebelum tewas dianiaya seniornya. 

Tayang:
Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Bobby Wiratama
Wartakotalive.com
Sebelum tewas dianiaya seniornya Tegar Rafi Sanjaya (21), Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) bernama Putu Satria Ananta Rastika (19) ternyata sempat curhat ke pacarnya. 

Penganiayaan ini dilakukan karena korban dianggap melakukan kesalahan karena memakai baju olahraga ke ruang kelas pada Jumat pagi.

"Ini yang diidentifikasi menurut persepsi senior tadi, salah atau menggunakan pakaian olahraga memasuki ruang kelas," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (9/5/2024) malam. 

Peran Tersangka FA 

Mulanya, FA alias A si senior tingkat 2 yang memanggil korban dan empat rekannya untuk turun dari lantai 3 ke lantai 2.

"Woi, tingkat satu yang pakai PDO (pakaian dinas olahraga), sini!", ucap Gidion menirukan FA. 

Selain itu, FA juga berperan sebagai pengawas ketika penganiayaan terjadi di depan pintu toilet. 

Hal itu terbukti dari rekaman CCTV dan keterangan para saksi. 

"Jadi turun dari lantai 3 ke lantai 2. Lalu FA juga berperan menjadi pengawas ketika kekerasan eksesif terjadi di depan pintu toilet dan ini dibuktikan dari CCTV kemudian keterangan para saksi," sambungnya.

Peran Tersangka KAK

Sementara, KAK di sini berperan menunjuk Putu untuk dijadikan korban pemukulan pertama.

Sejatinya, pemukulan itu direncanakan juga dilakukan kepada teman-teman Putu yang lain.

Namun, Putu menjadi orang pertama yang ditunjuk untuk dipukul hingga tak sadarkan diri setelah menerima hantaman di bagian ulu hati hingga tewas.

"Peran KAK adalah menunjuk korban sebelum dilakukan kekerasan eksesif oleh tersangka TRS," ucap Gidion.

KAK di sini mengucapkan 'adikku aja nih, mayoret terpercaya'. 

"Ini juga kalimat-kalimat yang hanya hidup di lingkungan mereka, mempunyai makna tersendiri di antara mereka," kata Gidion. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved