Kamis, 7 Mei 2026

Ancaman Penyakit Mengintai, BPOM Ingatkan Masyakat Pilih Pangan yang Aman

Rizka menyebut, banyak pangan yang beredar ini mengandung berbagai zat berbahaya. Salah satunya adalah zat karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto

Kasus serupa juga terjadi di Sukabumi di mana 28 siswa asal Sukabumi mengalami keracunan usai menyantap jajanan bermerek Daya pada bulan Februari lalu. 

Usai mengonsumsi jajanan China tersebut, puluhan siswa dari SDN Nangewer pelajar MI Nangewer mengalami mual bahkan pingsan. Atas kejadian tersebut, polisi pun mengamankan pedagang jajanan tersebut.

Ketiga jajanan tersebut yakni Hot Spicy Latiru, Latiao Strips dan Daya Latio Rib tersebut merupakan snack yang berasal dari China. Berdasarkan penelusuran di situs LPPOM MUI, ketiga jajanan tersebut  tidak ada satupun yang terdaftar dengan sertifikasi halal.

Jika Indonesia kebobolan dalam menangani produk pangan berbahaya dari China, Singapura justru selangkah lebih maju untuk mengantisipasinya pangan China berbahaya. 

Pada Mei 2024, Badan Pangan Singapura (SFA) menarik peredaran produk kacang impor buatan China bermerek Xiyuguoyuan Xinjiang Paper Roasted Walnut ukuran kemasan 500 gram dan 1 kg. Produk yang ditarik mengandung bahan pemanis buatan siklamat dan asesulfam-K dalam kadar tinggi di luar batas aman.

Dalam beberapa dekade terakhir, produk pangan dari China kerap disorot karena berkali-kali ditemukan zat kimia dalam kandungannya. Salah satu yang paling membuat gempar adalah skandal susu China pada tahun 2008. 

Saat itu, zat kimia melamin banyak mengandung melamin dari berbagai produsen susi. Kasus itu pun menelan 300.000 korban, di mana 54.000 korban dilarikan ke rumah sakit dan enam bayi telah tewas akibat gagal ginjal.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved