Senin, 1 September 2025

Jamaah Islamiyah Bubar

Melihat Pesantren Darusy Syahadah yang Pernah Terafiliasi dengan JI, Kini Terbuka untuk Perbaikan

Ustaz Qasdi mengakui Ponpes Darusy Syahadah sejak lama berafiliasi dengan kelompok Jamaah Islamiyah.

|
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews/Sigit Ariyanto
Pesantren Darusy Syahadah, Simo, Boyolali, Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai pesantren yang terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI). Namun kini sejak Jamaah Islamiyah dibubarkan, pesantren kini terbuka untuk perbaikan. Foto Sabarno alias Amali, 10 tahun DPO dan menyerahkan diri setelah JI bubar. 

Dia adalah Gempur Budi Angkoro alias Urwah.

Noordin dan Urwah tewas saat rumah singgahnya di Mojosongo digempur aparat Densus 88 Antiteror.

Keduanya melawan menggunakan senjata api dan peledak. Baku tembak berlangsung berjam-jam, sebelum rumah yang ditempati terbakar dan ambruk.

Noordin Mohd Top saat itu buronan paling dicari karena diduga merekrut dan menjadi guru spiritual para pengebom bunuh diri di berbagai lokasi di Indonesia.

Noordin Mohd Top tercatat warga Malaysia, murid Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir semasa di sekolah agama Luqmanul Hakim Johor Bahru, Malaysia.

Awal Berdirinya Ponpes

Pesantren Darusy Syahadah didirikan Ustaz Mustaqim Safar, alumni dan mantan guru Ponpes Al Mukmin Ngruki, kini jadi Ketua Yayasan Yasmin Surakarta yang menaungi pesantren itu.

Awalnya hanya pesantren kecil dengan murid terbatas, di lokasi berbukit dan tanah merah yang tandus.

Aktivitas pendidikan tingkat diniyah di pesantren ini dimulai Januari 1994.

Ini setahun setelah Abdullah Sungkar mendirikan Al Jamaah Al Islamiyah di Malaysia, dan organisasi ini mengembangkan jaringan lamanya di Indonesia.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya Juli 1994, unit Takhassus atau pendidikan level Kulliyyatul Mu’allimin pun dibuka.

Sabarno alias Amali, alumni angkatan kedua Ponpes Darusy Syahadah menceritakan kondisi awal pesantren yang gersang, bertanah merah, dan hanya memiliki dua bangunan kecil untuk santri.

Sumber air di kawasan berbukit-bukit itu juga terbatas, dan bahkan kemudian mengering.

Ia tak menampik pengaruh gerakan JI kuat ditanamkan di pesantren ini.

Secara pribadi pun Sabarno mengakui dekat dengan almarhum Gempur Budi Angkoro alias Urwah.

Bahkan mereka masih berkerabat dari jalur ayah mereka.

Kondisi Ponpes Kini

Halaman
1234
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan